« Older Home
Loading Newer »

Festival Budaya Belmondo

Oleh: Shindi Indira

Minggu, 6 Juni 2010 di Wageningen berlangsung event dua tahunan, Belmondo Festival. Nama Belmondo sendiri diadaptasikan dari nama tempat diselenggarakannya festival ini yaitu di Belmonte Arboretum, taman kota paling indah di Wageningen. Festival tahun ini bertemakan “Colorful meet in Green” dimeriahkan dengan berbagai atraksi dengan 3 panggung musik, tarian, dan juga teater. Sesuai dengan temanya Colorful meet in Green yang berarti keanekaragaman acara yang dipadukan di kehijauan alam, maka  program-program yang disajikan baik oleh masyarakat lokal dan juga beberapa negara yang berpartisipasi dalam acara ini termasuk mahasiswa Indonesia di Wageningen.

Setiap dua tahun sekali mahasiswa Indonesia berkesempatan untuk mengisi acara dan mendirikan stan kebudayaan. Tahun ini tim dari Indonesia yang di organisir oleh PPI Wageningen mempersembahkan tiga tarian daerah, stan kebudayaan, dan jajanan tradisional. Stan Indonesia diisi dengan brosur informasi tentang tempat-tempat wisata di Indonesia dan juga kerajinan busana batik serta tak lupa sajian jajanan kue-kue tradisional yang laris manis diburu antrian bule-bule dan juga mahasiswa internasional. Teman-teman yang sudah meluangkan waktunya di sela-sela perkuliahan untuk latihan menampilkan tiga tarian Pendet, Jaipong dan Poco-poco. Penampilan tarian pendet solo, penampilan dari 5 ‘neng geulis’ yang memperagakan Mojang Sari Jaipongan, dan juga 13 orang penari poco-poco disambut tepukan tangan yang meriah oleh penonton yang antusias. Semua acara ini dirangkum dengan narasi menarik untuk mempromosikan Indonesia oleh pembawa acara. Sungguh merupakan kesempatan yang berharga bagi mahasiswa Indonesia untuk menampilkan kekayaan seni budaya kepada masyarakat dan juga mahasiswa internasional di Wageningen.

Acara Keluarga Menyambut Musim Semi

oleh: Indra Firmansyah

Pengurus baru PPI Wageningen yang diketuai oleh Yuyu Rahayu pada tanggal 27 Maret 2010 lalu mengadakan acara Family Gathering yang bertempat di Student Chaplaincy of Wageningen University. Selaku koordinator acara menurut saya kegiatan ini merupakan warming up untuk program kerja pengurus baru PPI WAU Periode 2009-2010 dan juga sebagai acara perpisahan atau ucapan terima kasih kepada pengurus PPI WAU periode sebelumnya dibawah kepemimpinan Muhammad Wahyudin Lewaru.

Kegiatan ini sangat semarak dari siang hingga sore hari dan diikuti oleh seluruh keluarga besar PPI Wageningen. Kegiatan ini diawali dengan acara makan siang bersama dengan menu special Nasi Uduk dan menu lainnya yang penuh dengan cita rasa Indonesia. “Menunya sangat-sangat special”, puji beberapa peserta family gathering.

Setelah rehat sebentar sesudah makan siang, kegiatan selanjutnya adalah acara Games and Quiz yang dipandu oleh Dianika Lestari yang sangat menghidupkan suasana acara family gathering tersebut. Keluarga besar PPI Wageningen yang hadir di acara Family Gathering tertawa terpingkal-pingkal diakibatkan tingkah lucu para peserta lomba yang berusaha untuk memenangkan grupnya masing-masing.

Tak terasa waktu semakin sore, kegiatan ini ditutup dengan acara foto bersama keluarga besar PPI Wageningen dan acara Wayase bersama yang diiringi lagu Sajojo dan Poco-poco dan dipandu oleh trio -Ina, Ellen, dan Yeni. (Indra Firmansyah)

Oleh : Shindi Indira

Pada saat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan masa perang dunia ke II, ternyata Belanda juga sedang berjuang melawan okupansi Nazi Jerman yang dimulai pada 10 Mei 1940. Hal ini berawal ketika Rotterdam di bom dan tentara Belanda menyerah. Namun akhirnya pada 5 Mei 1945 Jerman menyerahkan Belanda kembali setelah mereka ditaklukan kekuatan dari Kanada. Maka setiap tanggal 5 Mei negeri ini merayakan kemerdekaan nya terhadap Jerman, dan penandatangan kemerdekaan tersebut di lakukan di hotel De Wereld di Wageningen (Sumber : Wikipedia 2010).

Maka setiap tahunnya di Wageningen diadakan pesta besar-besaran untuk merayakan kemerdekaan ini. Dengan dibentuknya panitia khusus ‘4 en 5 Mei Wageningen’ diselenggarakanlah berbagai jenis kegiatan mulai dari konser music bermacam-macam genre sampai dengan pawai kendaraan bersama veteran-veteran perang Belanda dan Kanada.

Pada 5 Mei 2010 kemarin, Wageningen yang tadinya sepi dan tenang, kali ini dibanjiri oleh orang-orang baik penduduk setempat maupun pendatang. Konser-konser musik diadakan menyebar di beberapa tempat di seluruh pusat kota. Ada sekitar 20 spot kegiatan termasuk panggung musik dan kegiatan kebudayaan seperti tarian-tarian, tempat bermain anak-anak dan juga sirkus jalanan. Orang Belanda hobi dan senang sekali minum bir terbukti dengan banyaknya stand-stand bir dihampir setiap pojokan jalan. Tidak hanya bir tapi juga banyak stand makanan ala Belanda seperti Patat atau kentang goreng, Poffertjes atau pancake mungil dan juga Shoarma makanan khas Turki. Acara dimulai pada jam 12 siang sampai dengan jam 12 malam dan masih di penuhi dengan orang-orang disetiap panggung musik.

Jika orang bilang Wageningen itu kota kecil, atau juga bisa dibilang desa, tapi Wageningen juga punya acara yang bisa menarik orang-orang untuk datang setiap tahunnya.