« Older Home
Loading Newer »

Oleh: Herda Bolly

Terima kasih telah menyambut kami. Kesempatan ini menginspirasi kami untuk menjadi lebih baik.”

Demikian pernyataan R. Anggi Ahmad Hakim, perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) asal Universitas Brawijaya Malang ketika dimintai kesannya. Didampingi oleh Dr. Ramon Mohandas, Atase Pendidikan KBRI Den Haag dan 3 orang pendamping dari Indonesia, Hakim (demikian ia biasa disapa) dan 26 orang rekannya berkesempatan mengunjungi beberapa universitas di Belanda, termasuk di antaranya WUR (Wageningen University and Research Center).

* * *

Rombongan BEM tiba hari Selasa 10 November 2009, pukul 11.00 waktu setempat dan disambut oleh ketua PPI Wageningen, Muhammad Wahyudin Lewaru serta beberapa orang anggota PPI. Rangkaian acara diawali dengan kunjungan ke kantor WSO (Wageningen Student Organization) yang berlokasi di Niemeijerstraat 6. Kunjungan ke WSO tersebut dimaksudkan untuk mengenal dan membandingkan dinamika organisasi kemahasiswaan Wageningen dengan BEM Indonesia. Peserta terlibat diskusi interaktif dengan George Amoasah, ketua eksternal WSO yang juga mahasiswa master tahun kedua Ilmu Lingkungan asal Ghana. Antusiasme peserta terlihat melalui pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan. Menarik menyikapi tanggapan George Amoasah terhadap salah satu pertanyaan peserta tentang taktik yang dilakukan WSO dalam “berdemonstrasi”.

WSO ada untuk mengakomodasi kepentingan mahasiswa. Karena itu, sebelum memulai suatu aksi, kami memastikan terlebih dahulu apakah mahasiswa (yang kami perjuangkan) memiliki visi yang sama dengan kami. Apa yang menurut kami “masalah”, belum tentu demikian menurut mereka. Kami tidak bangun di pagi hari dan tiba-tiba mengadakan aksi protes.”

Acara diskusi yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam tersebut diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa plakat khas Indonesia oleh perwakilan BEM. Peserta meninggalkan kantor WSO dengan membawa pulang hasil sharing dan tak lupa, majalah kampus Wageningen di tangan mereka. Tujuan berikutnya: Forum Building, Droevendaalsesteeg 2.

Sekitar pukul 13.00 rombongan tiba di Forum dan langsung memanfaatkan waktu untuk istirahat sejenak dan makan siang. Beberapa di antara mereka melewatkan lunch time dan memilih untuk berdiskusi dengan anggota PPI tentang studi di WUR. Pertanyaan seputar program studi dan beasiswa mendominasi diskusi singkat tersebut. Cukup jelas untuk menyimpulkan ketertarikan mereka studi di luar negeri. Lagipula, siapa pula yang tak akan tertarik?

Selepas makan siang, rombongan kemudian dibagi dalam beberapa grup dan diajak berkeliling Forum. Perpustakaan, ruang kuliah dan laboratorium adalah bagian-bagian utama yang dikunjungi mereka. Sesekali anggota PPI memberikan penjelasan tentang fasilitas dan kegiatan kampus.

“Fasilitasnya sangat lengkap ya, “komentar salah seorang peserta yang diamini oleh rekannya. Ada pula yang sibuk memotret aktivitas mahasiswa di seputar Forum.

“Sebagai gambaran kegiatan mahasiswa di sini, Mbak. Melengkapi bahan untuk dibagikan saat pulang nanti,” begitu argumennya.

Kedatangan para aktivis kampus ini bukannya tanpa kontroversi. Antara News (Minggu, 1 November 2009) melansir berita penolakan kunjungan BEM Indonesia oleh beberapa pelajar Indonesia di Belanda. Kunjungan ini dianggap tidak bermanfaat dan merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa. Kalangan internal PPI Wageningen pun mempertanyakan nilai esensial program ini.

“Kita harapkan studi banding ini hanya dilaksanakan tahun ini saja dan hasilnya sudah cukup untuk disebarkan kepada teman-teman di Indonesia,” ungkap Maman Setiawan, mahasiswa program doktoral Ilmu Ekonomi Mansholt Graduate School of Social Sciences, Universitas Wageningen.

Menyikapi respon pelajar Indonesia di Belanda, perwakilan BEM asal Universitas Andalas Padang berujar, “Kami sadar kedatangan kami sulit diterima oleh mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda. Tapi kami percaya, di mana ada keinginan, di situ pasti ada jalan.”

Kunjungan singkat BEM berakhir pada pukul 15.30. Langit Wageningen yang mendung mengantar bis yang membawa rombongan meninggalkan Forum Building, membawa kesan dan cerita masing-masing.

Terlepas dari pro dan kontra, kunjungan ini diharapkan memberikan gambaran positif tentang kehidupan mahasiswa di luar negeri yang mungkin dapat diesktrak dan diaplikasikan di kancah kemahasiswaan Indonesia. Tujuannya jelas: Untuk kemajuan, minimal untuk diri mereka sendiri.

Semoga.

AMBASSADOR CUP 2009

Turnamen Raket AMBASSADOR CUP 2009

AMBASSADOR CUP 2009 adalah sebuah turnamen olahraga menggunakan raket (Turnamen Raket) yang digagas oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Untuk Kerajaan Belanda (KBRI) bersama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia – Wageningen (PPIW) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kapan turnamen diselenggarakan?

Turnamen akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2009 di: Sport Center De Bongerd,Bornsesteeg 2 6708 PE Wageningen.

Apa yang diperlombakan?

Empat cabang olahraga akan dilombakan dalam kegiatan ini, yaitu Tenis LapanganTenis MejaBadminton, dan Squash. Untuk semua cabang olahraga, turnamen akan diadakan dalam dua kategori yaitu tunggal putradan ganda bebas (kecuali cabang squash yang diadakan hanya untuk kategori tunggal bebas).

Siapa saja yang bisa berpartisipasi?

Peserta yang diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah pelajar dan masyarakat Indonesia di seluruh kota di Belanda, dan para undangan yaitu mitra KBRI dan international student yang ada di Wageningen.

Bagaimana cara berpartisipasi dalam AMBASSADOR CUP 2009?

Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 14 september 2009 hingga tanggal 7 Oktober 2009 dengan mengisi formulir (disertakan di bawah ini) dan mengirimkan kepada panitia penyelenggara melalui email:ambassadorcup2009@yahoo.com dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pendaftaran dapat dilakukan secara kolektif (kontingen PPI kota) maupun pribadi (jika tidak ada PPI di kota/wilayah pendaftar).
  2. Waktu pendaftaran dibuka pada hari Senin 14 September 2009 dan ditutup pada hari Rabu 7 Oktober 2009 atau bila jumlah peserta telah memenuhi kuota maksimal.
  3. Apabila telah memenuhi kuota, peserta yang terdaftar akan kami masukkan ke dalam daftar tunggu dan akan dimasukkan sebagai peserta apabila ada peserta lain yang sudah terdaftar mengundurkan diri.
  4. Satu nama maksimal hanya diperbolehkan terdaftar pada 2 kategori perlombaan baik pada cabang yang sama maupun berbeda.
  5. Tidak ada biaya pendaftaran
  6. Sehubungan dengan waktu pelaksanaan Turnamen Raket – AMBASSADOR CUP 2009 yang dimulai pukul 9.30 pagi, ada penginapan dengan jumlah terbatas bagi peserta dari kota-kota di Belanda yang cukup jauh dari Wageningen.
  7. Kepastian nama dan jumlah atlet paling lambat akan diumumkan segera setelah penutupan pendaftaran.
  8. Jika ada yang belum jelas, Anda dapat melayangkan pertanyaan ke contact person kami, Sdri Fara & Dita melalui nomor +31619539798. Atau, Anda dapat mengirimkan pertanyaan Anda ke panitiamelalui email di ambassadorcup2009@yahoo.com
Kami tunggu partisipasinya, salam olah raga!

Leaflet Turnamen Raket - AMBASSADOR CUP 2009

Formulir Pendaftaran AMBASSADOR CUP 2009

Website AMBASSADOR CUP 2009

One Day Seminar ISA-Wageningen

Food Security Issues in Asia-Africa

Strengthening the role of indigenous knowledge toward food security in developing countries

Food security issues have been global issues nowadays. This food security issues is quite complicated since they involve some stages from supply, maintenance, distribution, and policies. One approach will not be sufficient to solve all the problems. The challenge to provide food in the process of production often depends on the agro-climate or the unique natural resource in every locations which is not typically the same for instance. Another challenge is local culture of the communities really influences food to be consumed by the people whether it is about the type, amount, taste, color, and other related things.

For more information and free registration, please see the page: Food Security Issues at this website or just click here.