<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.ppi-wageningen.org/?feed=rss2&#038;p=266" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ppi-wageningen.org/?p=266</link>
	<description>Perhimpunan Pelajar Indonesia di Wageningen - Belanda</description>
	<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 19:34:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: aat</title>
		<link>http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-130897</link>
		<dc:creator>aat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 13:51:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-130897</guid>
		<description>hmm, apa beda BEM dgn DPR???
klo DPR msh mending kali ya, bsa buat UU setelah plesiran, klo BEM???
mending uang tsb bwt beasiswa mhswa yg gk mampu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm, apa beda BEM dgn DPR???<br />
klo DPR msh mending kali ya, bsa buat UU setelah plesiran, klo BEM???<br />
mending uang tsb bwt beasiswa mhswa yg gk mampu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herda Bolly</title>
		<link>http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-126657</link>
		<dc:creator>Herda Bolly</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 18:47:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-126657</guid>
		<description>Salam Pak Yusrizal,

Terima kasih atas inputnya. Saya mengetahui kiprah Pak Yusrizal dalam menentang kegiatan "studi banding" ini dan saya apresiasi upaya Anda. Tak saya sangkal bahwa ulasan ini masih sangat dangkal dalam mengangkat dan mengulas suatu peristiwa. Namun tujuan penulisan artikel ini "hanya" untuk menyampaikan "mentahan" kunjungan BEM minggu lalu, yang sayangnya mungkin tidak memenuhi ekspektasi Anda dan pembaca lainnya. Lagipula saya teramat yakin, ekspektasi tersebut tidak akan dapat dicapai, sedetil dan sekritis apapun tulisan ini dibuat. Karena sejak awal, kunjungan ini sudah "tidak disetujui". Anda setuju? 

Saya (jujur saja) tidak berminat untuk mengulasnya berdasarkan konsep efektivitas suatu proyek meskipun saya paham apa itu proyek.  Silakan kalau rekan-rekan mahasiswa di seluruh Belanda ingin membahas secara konseptual tentang program DIKTI ini. Semoga dengan gerakan penolakan yang kini tengah digencarkan, kegiatan plesiran ini tidak diadakan lagi tahun depan.


Salam, 


Herda
"Yang mulai percaya bahwa tampaknya idealisme mahasiswa terjaga hanya selama menjadi mahasiswa."</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Pak Yusrizal,</p>
<p>Terima kasih atas inputnya. Saya mengetahui kiprah Pak Yusrizal dalam menentang kegiatan &#8220;studi banding&#8221; ini dan saya apresiasi upaya Anda. Tak saya sangkal bahwa ulasan ini masih sangat dangkal dalam mengangkat dan mengulas suatu peristiwa. Namun tujuan penulisan artikel ini &#8220;hanya&#8221; untuk menyampaikan &#8220;mentahan&#8221; kunjungan BEM minggu lalu, yang sayangnya mungkin tidak memenuhi ekspektasi Anda dan pembaca lainnya. Lagipula saya teramat yakin, ekspektasi tersebut tidak akan dapat dicapai, sedetil dan sekritis apapun tulisan ini dibuat. Karena sejak awal, kunjungan ini sudah &#8220;tidak disetujui&#8221;. Anda setuju? </p>
<p>Saya (jujur saja) tidak berminat untuk mengulasnya berdasarkan konsep efektivitas suatu proyek meskipun saya paham apa itu proyek.  Silakan kalau rekan-rekan mahasiswa di seluruh Belanda ingin membahas secara konseptual tentang program DIKTI ini. Semoga dengan gerakan penolakan yang kini tengah digencarkan, kegiatan plesiran ini tidak diadakan lagi tahun depan.</p>
<p>Salam, </p>
<p>Herda<br />
&#8220;Yang mulai percaya bahwa tampaknya idealisme mahasiswa terjaga hanya selama menjadi mahasiswa.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusrizal</title>
		<link>http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-126654</link>
		<dc:creator>Yusrizal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:37:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-126654</guid>
		<description>Dear
PPI Wageningen

Berikut kerangka analisis Process Evaluation utk Project "Study Plesiran" ini, berdasarakan uraian dan laporan artikel Saudara Herda Bolly:

Input
1. Biaya total 1 Milyar lebih utk akomodasi, pesawat, dsb
2. Program yang tidak adekuat

Proses:
1. Diskusi ttg cara demonstrasi selama 1,5 jam (ini yang katanya Study Banding loh, study banding ????, expertise-nya mana?).
2. Pemberian kenangan2
3.Makan Siang
4.Keliling melihat fasilitas kampus (fasilitas kampus bisa dicek via Portal Kampus, bahkan juga perpusatakaan digitalnya bisa di-akses lewat kerjasama kampus kalau mau tanpa harus datang)

Output:
1. Comotan majalah dari majalah pelajar Belanda (WSO) utk dibawa pulang.
2.Output lain tidak jelas

Outcome:
Makin tidak jelas???

Sekali lagi tetap konsiten menolak program "Study Plesiran" ini. Kawal terus idealisme mahasiwa

Yusrizal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear<br />
PPI Wageningen</p>
<p>Berikut kerangka analisis Process Evaluation utk Project &#8220;Study Plesiran&#8221; ini, berdasarakan uraian dan laporan artikel Saudara Herda Bolly:</p>
<p>Input<br />
1. Biaya total 1 Milyar lebih utk akomodasi, pesawat, dsb<br />
2. Program yang tidak adekuat</p>
<p>Proses:<br />
1. Diskusi ttg cara demonstrasi selama 1,5 jam (ini yang katanya Study Banding loh, study banding ????, expertise-nya mana?).<br />
2. Pemberian kenangan2<br />
3.Makan Siang<br />
4.Keliling melihat fasilitas kampus (fasilitas kampus bisa dicek via Portal Kampus, bahkan juga perpusatakaan digitalnya bisa di-akses lewat kerjasama kampus kalau mau tanpa harus datang)</p>
<p>Output:<br />
1. Comotan majalah dari majalah pelajar Belanda (WSO) utk dibawa pulang.<br />
2.Output lain tidak jelas</p>
<p>Outcome:<br />
Makin tidak jelas???</p>
<p>Sekali lagi tetap konsiten menolak program &#8220;Study Plesiran&#8221; ini. Kawal terus idealisme mahasiwa</p>
<p>Yusrizal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusrizal</title>
		<link>http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-126653</link>
		<dc:creator>Yusrizal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:17:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ppi-wageningen.org/?p=266#comment-126653</guid>
		<description>Dear PPI Wageningen

Indikator suatu program study banding, tidaklah cukup dengan hanya laporan kinerja yang seperti itu. Untuk mendapatkan pengalaman sebuah aksi demonstrasi, amatlah naif kalau sampai memakan biaya sebesar itu dan disaat permasalahan dalam negeri demikian banyak dan membutuhkan mahasiwa. Apalagi program ini memakan biaya cukup besar. Biaya 1 milyar lebih seperti itu, terlalu naif kalau dibandingkan output yang tidak besar, dan masih memiliki alternatif program lainnya yang lebih cost effectif. Saya berharap artikel yang ditulis saudara Herda Bolly, tidak kehilangan arah dan ide dasar suatu efektivitas program atau project.

Kami tetap konsisten memberikan penolakan terhadap program "Study Plesiran" ini. Saat ini sudah ada 800 mahasiswa dari dalam dan luar negeri yang secara tegas dan kritis menolak progam DIKTI ini. BEM SI secara kelembagaan, melalui Pejabat Pelaksan Koordinator Pusat Isu Korupsi BEM SI juga mengkonfirmasi Penolakan secara lembaga atas Kegiatan ini. BEM UI, BEM ITB, BEM UGM dan BEM Surabaya secara kelembagaan juga menolak tegas program "Study Plesiran" DIKTI ini.

Rekan-rekan bisa mengikuti perkembangan berita ini di facebook group: "Tolak Kunjungan BEM Se Indonesia". Silakan berkomentar di sana, karena kami dan kawan-kawan lainnya di Nusantara akan mengawal terus Idealisme mahasiswa. Termasuk Idealisme kita sendiri yang sudah memudar dan kehilangan arah. Kunjungan kami di : http://www.facebook .com/#/group. php?gid=16985010 9507&#38;ref=ts

Salam,
Yusrizal Abubakar
STUNED 2008
Admin Facebook Group
"Tolak Kunjungan BEM Se Indonesa ke Belanda"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear PPI Wageningen</p>
<p>Indikator suatu program study banding, tidaklah cukup dengan hanya laporan kinerja yang seperti itu. Untuk mendapatkan pengalaman sebuah aksi demonstrasi, amatlah naif kalau sampai memakan biaya sebesar itu dan disaat permasalahan dalam negeri demikian banyak dan membutuhkan mahasiwa. Apalagi program ini memakan biaya cukup besar. Biaya 1 milyar lebih seperti itu, terlalu naif kalau dibandingkan output yang tidak besar, dan masih memiliki alternatif program lainnya yang lebih cost effectif. Saya berharap artikel yang ditulis saudara Herda Bolly, tidak kehilangan arah dan ide dasar suatu efektivitas program atau project.</p>
<p>Kami tetap konsisten memberikan penolakan terhadap program &#8220;Study Plesiran&#8221; ini. Saat ini sudah ada 800 mahasiswa dari dalam dan luar negeri yang secara tegas dan kritis menolak progam DIKTI ini. BEM SI secara kelembagaan, melalui Pejabat Pelaksan Koordinator Pusat Isu Korupsi BEM SI juga mengkonfirmasi Penolakan secara lembaga atas Kegiatan ini. BEM UI, BEM ITB, BEM UGM dan BEM Surabaya secara kelembagaan juga menolak tegas program &#8220;Study Plesiran&#8221; DIKTI ini.</p>
<p>Rekan-rekan bisa mengikuti perkembangan berita ini di facebook group: &#8220;Tolak Kunjungan BEM Se Indonesia&#8221;. Silakan berkomentar di sana, karena kami dan kawan-kawan lainnya di Nusantara akan mengawal terus Idealisme mahasiswa. Termasuk Idealisme kita sendiri yang sudah memudar dan kehilangan arah. Kunjungan kami di : <a href="http://www.facebook" rel="nofollow">http://www.facebook</a> .com/#/group. php?gid=16985010 9507&amp;ref=ts</p>
<p>Salam,<br />
Yusrizal Abubakar<br />
STUNED 2008<br />
Admin Facebook Group<br />
&#8220;Tolak Kunjungan BEM Se Indonesa ke Belanda&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
