Oleh: Mayang Meilantina

Negeri Belanda memiliki banyak keunikan,salah satunya perayaan ulang tahun sang ratu. Ratu Beatrix, ratu kerajaan Belanda saat ini, sebenarnya berulang tahun tanggal 31 Januari, namun berhubung bulan Januari masih musim dingin ( winter) pastinya kurang bersahabat untuk melaksanakan outdoor party. Karenanya, sang ratu memutuskan untuk merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 30 April, yang sejatinya hari lahir ibunda sang Ratu Beatrix yakni Ratu Juliana. Keputusan ini boleh jadi membawa “ berkah” bagi masyarakat negeri kincir angin. Terbukti warga belanda menyambutnya penuh sukacita.

Spring adalah saat yang tepat untuk pesta heboh di luar ruangan. Begitulah yang terjadi , tiap 30 April (29 April jika tanggal 30 bertepatan di hari minggu) warga Belanda punya tradisi mengadakan pesta besar. Berhubung hari libur nasional perayaan hari ratu sangat meriah, dengan nuansa warna oranye yang kental, di seluruh negeri ini. Hampir semua kota besar di Belanda mengadakan pertunjukan live music, atraksi anak-anak, marching band, pasar bunga, pasar barang bekas, dan wine, for sure.

Perayaan koninginnedag atau ulang tahun ratu pada 30 April 2010 di Amsterdam, misalnya, membuktikan betapa meriahnya perayaan hari ratu di Belanda. Pemerintah setempat menyediakan layanan informasi lengkap untuk membantu pengunjung menikmati atraksi hiburan sesuai minat masing-masing. Buklet yang dilengkapi peta khusus menginformasikan lokasi dan jenis kegiatan hiburan bagi warga yang menikmati perayaan hari ratu di kota itu. Pesta kanal, cirri khas perayaan hari ratu di Amsterdam. Ratusan boat dan kapal kecil berbagai macam ukuran dan bentuk bersolek menarik perhatian pengunjung. Setiap boat membawa penumpang yang berpesta dengan music dan anggur, … sangat meriah !! Jadilah… pesta di darat dan di air berlangsung sangat seru dan meriah di ibukota negeri Belanda ini.

Pasar barang bekas juga merupakan keunikan tersendiri dibalik perayaan ulang tahun ratu. Di Amsterdam, taman kota menjadi tempat berlangsungnya kegiatan ini. Di pasar barang bekas, semua orang bisa membuka lesehan dan menjual segala macam barang yang tidak mereka gunakan lagi. Harga jual tentu saja super miring, sekedar iseng. Boneka-boneka cantik bisa didapatkan dari harga 0,10 sampai 1 euro saja. Silahkan berburu buku, baju, sepatu, piring, lampu, alat music, … bahkan ada yang menjual penutup toilet. Kebanyakan anak-anak yang tidak ada jiwa dagang, -ditemani orang tuanya-, yang menjadi penjual. Untuk orang Indonesia yang jagoan menawar, pasar ini adalah pasar yang super seruuuuu dan menyenangkannnn untuk belanja.

Selain menjual barang-barang yang tidak diperlukan lagi, pengunjung bisa melihat hiburan gratis. Anak-anak berkumpul mempertunjukan kemampuannya masing-masing seperti bermain gitar, drum, biola, break dance, tari salsa, ataupun tari tango dan pantomin. Sementara pengunjung yang ingin menikmati perayaan hari ratu tanpa dentuman music yang memekakan telinga. Tepi danau lah tempatnya. Tempat ini lebih tenang dan damai untuk anggota keluarga. Pengunjung bisa duduk santai di tepi danau sambil bercerita, makan dan minum tanpa hiruk pikuk music pesta beberapa puluh meter di luar taman.

Menjelang tengah hari, stasiun kereta utama “Amsterdam Centraal” ditutup hingga malam hari. Tujuannya menjaga kerusuhan dan tumpukan manusia serta macet luar biasa di tempat ini. Pengunjung yang ingin ke pusat keramaian atau ingin ke luar dari Amsterdam menggunakan metro (kereta api bawah tanah) dari/ke stasiun2-stasiun terdekat di luar Amsterdam Centraal. Sebagai penghormatan buat sang ratu, metro digratiskan untuk semua orang setiap tanggal 30 April.

Koningennedag salah satu agenda wajib yang harus dilihat buat orang yang kebetulan bermukim di Belanda. Saking antusisnya warga Belanda menyambut hari istimewa ini, seluruh jalan Amsterdam menjadi super crowded alias macet total. Berjalan kaki saja susah, apalagi naik sepeda atau mobil. Perayaan hari ratu ini tidak hanya dinikmati warga asli belanda tetapi berbagai suku bangsa dari seluruh penjuru dunia. Maklumlah warga yang bermukim Amsterdam terkenal sangat pluralistik, pemerintah kota setempat mencatat ada 177 nasionality yang hidup dan mengais rezeki di kota itu. Kalau di Jakarta macet merayap katanya ada si komo lewat, barang kali di Amsterdam juga demikian. Selain tidak bisa jalan cepat, kepala kita akan dipusingkan dengan suara riuh. Orang-orang disekeliling kita menggunakan bahasa berbeda dan kata-kata sulit dimengerti. Butuh kesabaran tinggi untuk menikmati sensasi pesta di hari ratu, menjadi salah satu dari jutaan orang yang sedang menikmati pesta ini, akan menjadi catatan terindah dalam perjalanan hidup. Dalam kalimat ringkas dapat dilukiskan, Koninginnedag, pesta rakyat, pesta bangsa untuk sang ratu… sulit dilupakan !!!

Tentang Penulis: Mayang Meilantina, Mahasiswi Master program International Development Studies Wageningen University-2009


0 Responses to “Menikmati Sensasi ‘Koninginnedag’ di Amsterdam”

  1. No Comments

Leave a Reply





Subscribe

Subscribe to my RSS Feeds