Angin besar itu…

Hari ini begitu cerah
Tidak seperti hari kemarin yang anginnya marah-marah terus
Siang ini begitu ceria
Tidak seperti siang kemarin yang mendung bergelayut hujan dan badai angin
Malam ini bertabur bintang
Tidak seperti malam kemarin yang kelam
Angin berbisik dan menangis!
 
Ini hari yang tenang
Tak tegang seperti hari kemarin
Tapi orang juga bilang
Ini hari semakin mencekam
Aku bilang ini jaman sandyakalaning
 
Sandyakalaning Singosari
Sandyakalaning Kahuripan
Sandyakalaning Majapahit
Geger perang paregreg
Perang saudara selama hampir seabad
 
Sandyakalaning Mataram
Geger perang saudara
Anak dan bapak
Dari jaman Sunan Anom
Sampai jaman rebutan balung tanpa sumsum
 
Sandyakalaning jaman republik
Semua orang tanpa eling, edan rebutan pangan
Kuasa tanpa wisesa
Penguasa tanpa kebijaksanaan
 
Sadumuk batuk sa nyari bumi
Perkara sepele yang menggegerkan
Berebut gengsi tanpa wadi
 
Mak, angin itu kejam ya
Banyak orang tewas karena angin
Si AA jatuh karena angin
Sang senopati pun tenggelam karena angin
Mak, di negeri kincir angin
Angin juga kejam ya
Ibu dan anak tertimpa pohon besar
Yang tumbang karena angin
 
Sudah lah nak, tak perlu risau
Angin itu sudah berlalu…
Lalu, angin itu membawa berkah…
Menyebarkan biji-biji
Agar dia nanti tumbuh di tempat yang jauh…
Angin juga membawa salam dan rindu manusia…
Dan melenyapkan dendang lagu duka…

(oleh Dwiko Permadi)


1 Response to “Angin besar itu…”

  1. 1 Bapake diki

    aduh puisinya orang kejawen ya gini hi hi
    trok tok tok blegur

Leave a Reply





Subscribe

Subscribe to my RSS Feeds