Select a page

Cross-Generation: Bertali-akrab Antar Generasi di Negeri Orang

Meskipun beda generasi, lintas umur dan bahasa tidak menghalangi jalinan tali-akrab antara mahasiswa-mahasiswa PPI Wageningen dengan para “om-tante” dari Perwarindo (Perhimpunan Warga Indonesia) yang notabene sudah berumur 60-an tahun ke atas. Minggu, 7 April 2013, rekan-rekan PPI Wageningen dengan pasukan berjumlah 15 orang beramah-tamah ke Ons Huis, gedung di jalan Harnjesweg 84, 6706 AV Wageningen, yang digunakan sebagai tempat beraktivitas rekan-rekan Perwarindo.

Ketua Perwarindo, Bpk. Udhin Murtala mengatakan bahwa setiap minggu pertama, ketiga, dan kelima, Perwarindo selalu mengadakan acara kumpul-kumpul di Ons Huis. Di minggu pertama, agendanya berupa latihan bermain angklung, dan di minggu ketiga dan kelima hanya sekedar kumpul dan beramah-tamah antaranggota. Grup angklung Perwarindo ini sudah berusia lebih dari 15 tahun; dan jangan salah, meskipun para pemainnya adalah oma-opa dengan umur 60-an tahun ke atas, mereka sudah terkenal dan pentas di banyak kota di Belanda. Pentas permainan angklung mereka yang baru-baru ini adalah di Indonesian Cultural Day 2013 di Nijmegen, 26 Januari 2013 yang lalu. Tanggal 27 April 2013 ini, mereka akan kembali menunjukkan kepiawaian mereka bermain angklung di salah satu kota di Belanda, Spijk.

Mereka secara pribadi-pribadi menyampaikan bahwa mereka sangat senang atas kedatangan PPI Wageningen, selain atas dasar terjalinnya suasana akrab dan kekeluargaan dengan mahasiswa-mahasiswa di Wageningen, juga memberikan nuansa dan wajah-wajah muda, terutama dalam ikut melestarikan budaya Indonesia di Belanda. Dengan bermodalkan pengetahuan musik yang pas-pasan, teman-teman PPI Wageningen pun mencoba peruntungan mengalunkan not-not tangga nada dari alat musik yang terbuat dari bambu ini. Yah, meskipun belum terlalu mahir, tapi sudah diakreditasi-lah sama para oma-opa Perwarindo ini.

Selesai bermain angklung, acara ditutup dengan acara yang disenangi semua orang, pria-wanita, tua-muda – jamuan makan kecil – salah satu rangkaian kegiatan tetap Perwarindo setiap kali berkumpul. Meskipun sederhana, berupa sup daging, fuyung-hai, dan sambal rawit, efek makan bersama dan “dijamu” itu yang membuat rasa menjadi luar biasa nikmat dan lezat. [Kontributor: Jimmy Wilopo]

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*