Select a page

Halal bi Halal Wagenesia 2019: Momen untuk Mengenal dan Meningkatkan Solidaritas Sesama Orang Indonesia di Wageningen.

Pose “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.”

Tradisi masyarakat Indonesia halal bi halal yang biasa dilakukan setelah bulan Ramadhan telah menjadi agenda tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia Wageningen (PPIW) bekerjasama dengan komunitas Pengajian Wageningen. Di tahun 2019, Halal bi Halal diselenggarakan di Common Room Asserpark pada tanggal 9 Juni 2019. Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 11.00 hingga pukul 15.00.

Acara Halal bi Halal kali ini dibuka oleh teman kita bernama Akbar selaku MC, adapun sambutan disampaikan oleh Rio Al-fajri selaku Ketua Pengajian Wageningen dan Intan Ika selaku Wakil Ketua PPIW. Setelah sambutan, Akbar mengajak beberapa teman-teman peserta untuk sharing tentang momen Idul Fitrinya yang jauh dari keluarga di Indonesia. Setelah sharing moment Idul fitri, sharing ilmu dan nasihat disampaikan oleh Julian Adam Ridjal atau yang akrab disapa Mas Adam. Mas Adam adalah PhD candidate dari Business Economics Group. Pada acara tersebut, beliau menyampaikan tentang sejarah istilah halal bi halal dan sharing bagaimana menjadi manusia yang bermaanfaat bagi manusia lainnya dan lingkungan.

 

Sharing oleh Mas Adam

 

Seusai sharing oleh mas Adam, doa bersama dilakukan menurut agama dan keyakinan masing-masing. Setelah itu, MC memandu para peserta untuk foto bersama. Foto bersama ini sangat penting demi mengabadikan moment untuk dikenang puluhan tahun yang akan datang.

 

Foto bersama untuk dikenang puluhan tahun yang akan datang 🙂

Foto bersama selesai dan saatnyaa membentuk formasi lingkaran untuk saling bermaaf-maafan. Suasana kekraban dan kekeluargaan sangat terasa sekali walau pada saat itu kami baru mengenal dan bertemu beberapa orang. Memang benar kata penulis trilogi Negeri 5 Menara. Di dalam buku ketiganya berjudul Rantau 1 Muara, Ahmad Fuadi menulis “bersua orang sebangsa di negara asing selalu membawa sensasi keakraban yang tidak pernah terasa di Indonesia. Walau baru saja kenal, tapi terasa sudah lama bersaudara.”

Seusai momen bermaaf-maafan, saatnya para peserta antre untuk makan siang.  Menu yang dihidangkan sangat banyak sekali. Mulai dari opor ayam, gulai tauco Padang, sambal daging, rendang, mie bakso, nasi bakar ayam, kue bolu, berbagai makanan ringan, buah-buahan, aneka minuman, bahkan kue-kue lebaran seperti nastar pun ada. Makanan begitu banyak karena selain tim konsumsi Pengajian Wageningen juga memasak berbagai aneka hidangan makan siang, para peserta juga sukarela menyumbang makanan/minuman di acara tersebut.

Ketika makan siang, para peserta membentuk lingkaran-lingkaran kecil dan saling bertukar cerita. Tidak lama kemudian, Randa,Yulia dan Fizri memberikan hiburan untuk para peserta dengan bersenandung lagu band Sabyan. Setelah itu, Randa pun solo performance menyanyikan lagu andalannya berjudul Kopi Dangdut yang dahulunya dipopulerkan oleh Fahmi Shahab.

Setelah Randa usai bersenandung, beberapa peserta request agar Randa juga berduet dengan Farah. Farah yang awalnya malu-malu mau akhirnya setelah dibujuk pun mau 😉 .Para peserta halal bi halal terpukau melihat performance Randa dan Farah yang menyanyikan lagu OST Aladdin-A whole new world. Mereka berdua memiliki suara emas.

Secara keseluruhan acara halal bi halal Wagenesia 2019 ini terselenggara dengan lancar. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, orang-orang Indonesia di Wageningen semakin mengenal satu sama lain dan semakin kompak.

Oleh: Astrid Citra Padmita

 

1 Comment

  1. Alumni 2014 Monday June 17th, 2019 Reply

    Websitenya ok. Lanjutken!!!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.