Select a page

One World Week (Press Release)

(Mahasiswa Indonesia di Acara One World Week)

 

 

Ditulis oleh: Zikrina Istighfarah-Divisi Kerjasama dan Relasi Internasional

One world week adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Wageningen University and Research bersama dengan asosiasi internasional untuk merayakan keberagaman. PPIW, sebagai salah satu asosiasi, telah diberi kesempatan untuk berbagi keindahan Indonesia. Pada hari Kamis, 4 April 2019, “Indonesian Night Festival” telah diadakan. Itu berlangsung di Forum Stage dan dihadiri oleh banyak siswa internasional yang ingin tahu tentang budaya Indonesia.

Tema acara ini adalah tentang tempe, makanan tradisional dari Indonesia. Tempe umumnya dikenal sebagai kedelai fermentasi yang dimasak dan dihilangkan oleh Rhizopus spp. Namun, di Indonesia, ada banyak jenis tempe lainnya. Pada akhirnya, tiga hidangan berbeda yang terbuat dari tempe (tempe bacem, tempe goreng, dan orek tempe) disajikan untuk memenuhi rasa ingin tahu para penonton.

Asal usul berbagai jenis tempe tersebut juga dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, berbagai pertunjukan dari Aceh hingga Papua juga diperlihatkan untuk menekankan kekayaan budaya dan keindahan di Indonesia.

Penampilan pertama adalah “Bengawan Solo” oleh tim Angklung. Lagu ini tentang sungai terpanjang di pulau Jawa. Tim memainkan lagu dengan luar biasa dan membuat para penonton bertepuk tangan. Yang kedua adalah tarian tradisional dari Madura, Jawa Timur yang disebut “Muang Sangkal” oleh dua gadis Indonesia. Forum itu penuh dengan kekaguman dari para penonton setelah penampilan mereka yang indah selesai.

Yang berikutnya juga dari tim dansa. Tarian kreatif tradisional ditampilkan oleh empat gadis Indonesia. Itu adalah kombinasi dari beberapa tarian tradisional dari bagian barat hingga bagian timur Indonesia. Penampilan yang menyenangkan sangat dinikmati oleh para penonton!

Penampilan terakhir adalah dari tim Angklung dengan dua lagu. “Manuk Dadali” adalah lagu Sunda tentang Garuda, burung elang, simbol nasional Indonesia. Akhirnya, “Kopi Dangdut” dimainkan untuk menutup acara. Penonton sangat terang. Mereka menari dan bernyanyi bersama dengan para pemain.

Secara keseluruhan, “Indonesian Night Festival” adalah malam yang indah! PPIW sebagai penyelenggara sangat berharap dapat diselenggarakan lagi tahun depan.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.