Select a page

[PRESS RELEASE] Gebyar Indonesia 2019 – Embracing Diversity in Indonesian-Dutch Cultural Collaboration

Foto para Kontributor Gebyar Indonesia 2019

 

Wageningen, 29 Oktober 2019 – PPI Wageningen telah menyelenggarakan acara Gebyar Indonesia 2019 di Gedung Orion, The Spot, tempat dimana para civitas akademika Wageningen University dari berbagai negara berkumpul, bermain dan bersantai. Gebyar Indonesia 2019 diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia sekaligus memperingati hari sumpah pemuda bagi masyarakat internasional di Wageningen.

Pada tahun ini, Gebyar Indonesia dimulai dengan permainan tradisional seperti permainan kelereng (kerikil), bola bekel, dan lomba makan kerupuk. Tidak hanya permainan, para peserta acara juga tampak antusias mengantri untuk mencicipi ragam sajian kuliner seperti Selat Solo, Ajaam Semoer, Gado-Gado, Perkedel, Kaastengel, dan Kue Cubit yang memiliki nilai akulturasi antara Belanda-Indonesia. Kuliner tersebut dihidangkan sebagai bentuk diplomasi modern dalam rangka memperkuat hubungan antar warisan budaya. Para peserta juga tampak antusias mengunjungi stan pengetahuan yang menyajikan fakta sains makanan tradisional Indonesia seperti bir pletok, tempe semangit, dan dangke. Selain itu, ada juga stan pameran batik yang menampilkan alat-alat untuk membatik termasuk teknik, sejarah, jenis, dan contoh produk batik di Indonesia.

 

Para Pengunjung Gebyar Indonesia Melakukan Permainan Makan Kerupuk

 

Stand Ilmu Pengetahuan: Mahasiswi Indonesia menjelaskan ‘Science behind Indonesian Foods’

Setelah itu, rangkaian acara utama dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ketua PPI Wageningen, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Din Wahid perwakilan dari atase pendidikan untuk KBRI Belanda. Penampilan dimulai dengan pembukaan (opening) yang pada tahun ini, acara dibuka dengan pertunjukkan pengibaran bendera merah putih, tarian, serta teatrikal dengan iringan lagu Indonesia Pusaka.

Setelah itu, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama. Setelah pembukaan,  Wagenesia vocal group menyanyikan medley lagu nusantara yaitu Es Lilin (Jawa Barat), Sik Sik Sibatumanikam (Sumatra Utara), Rasa Sayange (Maluku), Gundul Gundul Pacul (Jawa Tengah), Janger (Bali), Si Patokaan (Sulawesi Utara), CIk Cik Periuk (Kalimantan Barat), Yamko Rambe Yamko (Papua), Indonesia Pusaka, dan Pemuda. Acara berlangsung meriah dan diperkirakan peserta yang hadir mencapai kurang lebih 300 peserta.

 

Sambutan dari Bapak Din Wahid

Pengunjung Acara Gebyar Indonesia 2019

Aksi Pertujukkan Pembukaan Gebyar Indonesia 2019

 

 

Acara dilanjutkan dengan tari tradisional, diantaranya Muli Betanggai (Lampung), Mappadendang (Sulawesi Selatan), Muang Sangkal (Jawa Timur), Belibis (Bali), dan dilanjutkan dengan fashion show. Acara berlangsung meriah seiring dengan penampilan dari Angklung Wageningen yang membawakan lagu Yamko Rambe Yamko (Papua) dan Kopi Dangdut, dilanjutkan dengan acoustic performance.

 

Acara Gebyar Indonesia ditutup dengan flashmob tarian Poco-Poco (Maluku) yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh keanekaragaman, antusias, dan keceriaan sebagai wujud persaudaraan dan kebersamaan yang hangat civitas akademika Wageningen University oleh semangat sumpah pemuda.

Antusiasme penonton Acara Gebyar Indonesia

Ditulis Oleh: Rio Lawandra (Ketua Panitia Gebyar Indonesia 2019)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.