Select a page

Perayaan 17 Agustus: Apa Makna Kemerdekaan Bagimu?

Mungkin sudah menjadi rutinitas dan formalitas tahunan kalau setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia pasti akan merayakannya dengan berbagai perlombaan dan kesemarakan. Bertempat di Number 3, Student Housing Bornsesteeg, pada Sabtu, 17 Agustus 2013, PPI Wageningen juga ikut merayakan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68. Sekitar 30 orang berpartisipasi dalam acara perayaan ini. Satu hal yang pasti menambah bumbu sentimental dan ikatan emosi untuk teman-teman PPI Wageningen adalah karena pada kesempatan 17 Agustus-an kali ini, mereka merayakannya di Belanda, negara yang dulu pernah menjajah negeri tercinta, Indonesia.

Akan tetapi, tunggu dulu.. rutinitas? Mungkin iya. Tapi kalau dibilang formalitas, kata tersebut terasa begitu dangkal untuk mengukur antusias dan semangat yang memancar di wajah dan sinar mata teman-teman PPI Wageningen.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaaan, lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan perlombaan-perlombaan yang penuh nostalgia dan menggugah rasa rindu terhadap tanah air, seperti lomba makan kerupuk, memasukkan pulpen ke botol, memecahkan balon, mempertahankan balon, dan sebagainya. Lalu, untuk mengisi tenaga biar lebih dahsyat lagi menuntaskan lomba-lomba yang tersisa, para peserta disuguhi makanan-makanan khas Indonesia berupa nasi pecel, sambel terasi, kerupuk udang, dan sebagainya. Setelah sesi makan selesai, acara dilanjutkan dengan kuis seputar pengetahuan umum mengenai nusantara dan sejarah kemerdekaan.

x

Tentunya banyak pesan dan makna yang bisa diambil dari momen 17 Agustus ini, mengingat banyaknya hal yang memilukan hati yang sedang melanda Ibu Pertiwi, mulai dari masalah Ketuhanan yang terus diperdebatkan keesaan-Nya, kemanusiaan yang tidak kunjung adil maupun beradab, bangsa Indonesia yang saling mengoyak dan bertengkar, hikmat kebijaksanaan yang tidak lagi dijunjung dalam kerakyatan-permusyarawatan, dan langkanya kesejahteraan sosial yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun demikian, beberapa pesan yang bisa dipetik bersama dari acara perayaan ini di antaranya adalah mengenai kekeluargaan, kebersamaan, rasa toleransi dan saling tenggang rasa. Seperti yang diamanatkan oleh Para Pendiri Bangsa di dalam sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia; “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Demikianlah, dengan kekeluargaan dan kebersamaan yang kita bina selama bersekolah di luar negeri, niscaya setelah kembali ke tanah air kita bisa bahu-membahu mengamalkan ilmu dan pengetahuan demi kebaikan dan kemajuan Ibu Pertiwi.

dfdf

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68! Jayalah di bumi, di langit, di laut, dan di seluruh penjuru!

[Kontributor: Jimmy W.]

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*