Select a page

Profil PhD: Syarifin Firdaus, PhD

 

Nama : Syarifin Firdaus, PhD

Email : syarifinfir@yahoo.com

Mobile : +6281233144921

 

Pada tanggal 12 September 2012, bapak Syarifin Firdaus telah mempertahankan thesis doktoralnya di Universitas Wageningen yang berjudul : “Identifikasi Ketahanan Tomat dan Cabai Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.)”

Kutu kebul (B. tabaci Genn.) merupakan hama utama tanaman hortikultura terutama dari keluarga terung-terungan. Masalah utama hama ini adalah berbagai macam virus yang ditularkannya. Pengendalian hama ini sangat sulit dilakukan sehingga masih mengandalkan penggunaaan pestisida. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ketahanan alamiah pada kerabat liar tomat (Solanum spp.) dan cabai (Capsicum spp). Tujuan ini dilakukan melalui tiga pedekatan yaitu 1) kajian keragaman genetika kutu kebul, 2) evaluasi ketahanan kerabat liar tomat dan cabai terhadap kutu kebul dan 3) identifikasi genetika yang berperan terhadap ketahanan. Hasil kajian keragaman B. tabaci mendukung B. tabaci terdiri dari kumpulan banyak species, tetapi struktur filogeninya masih jauh dari cukup. Kerabat liar tomat dan cabai menunjukkan tingkat ketahanan yang beragam. Satu aksesi dari species S. galapagense sangat tanah terhadap kutu kebul. Trikom berkelenjar tipe I dan IV memeiliki peran penting terhadap ketahanan. Genetika ketahanan pada aksesi ini berhasil diungkap menggunakan penanda molekuler keragaman nukleotida tunggal (single nucleotide polymorphism/SNP) pada populasi F2 silangan antara S. Lycopersicum X S. galapagense. Faktor pengendali (gen) ketahanan ditemukan pada Kromosom 2 dan 9. Tetapi faktor di kromosom 2 memiliki pengaruh sangat besar terhadap ketahanan. Faktor pengendali trikom berkelenjar juga ditemukan pada lokasi yang sama dengan ketahanan. Lokasi pada kromosom 2 juga mengendalikan produksi 8 jenis metabolit terkait biosintesis gula-asil (acyl sugar). Sedangkan lokasi pada kromosom 9 mengendalikan metabolit terkait dengan degradasi fitol. Dari hasil ini, faktor ketahanan pada S. galapagense sangat mungkin diintroduksikan ke tomat komersial. Dalam waktu dua tahun diharapkan kultivar tomat komersial tahan serangan kutu kebul sudah bisa dihasilkan.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*