Select a page

Wageningen Cup 2015

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

Walaupun semboyan ini sudah terlalu pasaran, makna yang terkandung itu benar adanya. Sebegitu pentingnya berolahraga hingga Divisi Olahraga PPI Wageningen menyelenggarakan acara Wageningen Cup 2015 pada hari Sabtu, 14 Maret 2015 kemarin. Walaupun berbarengan dengan acara HistoRUN yang diselenggarakan oleh PPI Leiden, animo masyarakat Wageningen tetaplah tinggi. Buktinya, sal olahraga De Bongerd diramaikan oleh warga Wageningen, baik sebagai peserta maupun pendukung. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni angkatan 2013, 2014, serta Ph.D dan Alumni, dan bertanding dalam lima cabang olahraga, yaitu tennis, ping-pong, bulu tangkis, voli, dan Uno. Tujuannya jelas: memperebutkan gelar sebagai juara umum dan memenangkan piala bergilir Wageningen Cup.

Bulu tangkis termasuk olahraga yang dilakukan pertama kali di gym besar. Pertandingan berlangsung adem ayem namun intens; tanpa mengesampingkan tujuan utama meraih kemenangan, para peserta tetap bercanda dan bertanding dengan semangat. Walaupun begitu, tak ada yang lebih menarik perhatian daripada duo Putra-Hachi dari angkatan 2013. Dengan permainan yang ekspresif dan koordinasi yang baik, mereka membuat pertandingan menjadi bertempo cepat dan menegangkan untuk disimak. Terlebih lagi, tarian kemenangan Hachi setiap usai mencetak skor cukup menghibur penonton. Sayang sekali, mereka harus dipulangkan oleh pasangan Agus dan Syukur dari angkatan 2014. Kemenangan akhirnya diraih oleh Agus (2014) pada cabang olahraga tunggal putra badminton, Harum (2014) pada cabang olahraga tunggal putri Badminton, dan pasangan Agus/Syukur pada cabang olahraga ganda badminton.

 

1    Pasangan Agus/Syukur dan Putra/Hachi sebelum pertandingan

Pada saat yang sama, dilangsungkan juga pertandingan ping-pong dan tennis. Seperti diutarakan di disclaimer di atas, penulis kurang beruntung dan tidak menyaksikan laga tennis yang tak kalah seru. Sang peraih medali emas pada ajang Ambassador Cup lalu, Eben (2013), mampu mempertahankan gelar juaranya dan keluar sebagai pemenang di cabang tunggal tenis. Dan pasangan Asep/Waldi yang mewakili kontingen PhD dan alumni pun menjadi juara tenis ganda. Pertandingan ping-pong, di lain pihak, berlangsung intens dan sunyi; hal paling menarik adalah kehadiran penulis dengan kamera tampaknya membuat beberapa orang agak salah tingkah atau ingin terlihat keren. Walaupun begitu, di akhir pertandingan final yang sengit, Pak Taufik (PhD) menjadi juara baik di kategori tunggal maupun ganda, ditemani oleh Ibnu sebagai representasi alumni.

2   Keseruan yang terjadi pada pertandingan ping-pong

Setelah terlambat mulai hampir satu jam, pertandingan voli antar-angkatan pun dimulai. Menarik untuk disimak, ketiga tim yang bertanding masing-masing beranggotakan lima pria dan satu wanita. Walaupun demikian, mereka pantang disepelekan; meski tangan nyeri dan merah-merah akibat terkena bola, mereka tetap saja melancarkan serangan-serangan ke kubu lawan. Di cabang olahraga ini, angkatan 2014 terlihat memegang kendali. Kapten tim, Mas Isa, dengan kepala dingin memberikan arahan pada anggota timnya. Diperkuat oleh serve mematikan dari Mas Syukur, serta anggota tim yang sigap saling melindungi, mereka sukses menyabet kemenangan dalam pertandingan terakhir melawan tim PhD dan Alumni.

3   Demi kemenangan, segala upaya pun dicoba

Cabang olahraga terakhir, Uno, dipertandingkan di Number 3, Bornsesteeg. Khusus cabang olahraga satu ini, sang Menpora Aulia telah meramu peraturan khusus untuk membuat game ini makin menantang. Misalnya, kartu yang dikeluarkan sekaligus haruslah berwarna dan bernomor sama. Tak heran, omelan para peserta, yang berjumlah enam orang dari masing-masing angkatan, mewarnai jalannya pertandingan. Dan tentunya, tingkat kesulitan yang menantang ini membuat kemenangan makin manis rasanya. Itulah yang pastinya dirasakan oleh kontingen 2014 sebagai juara cabang olahraga ini.

4   Snapshot pertandingan UNO

It’s all fun and games, but it must come to an end. Semua peserta telah bertanding dengan enerjik dan sportif. Namun tetap saja hanya satu piala bergilir untuk diperebutkan. Dan, tahun ini, piala bergilir tersebut harus puas mendekam di lemari Agus sang ketua PPI. Ya, angkatan 2014 keluar sebagai juara umum Wageningen Cup tahun ini. Bagi mereka, tentunya kemenangan berasa semanis, segurih, dan semengenyangkan pizza Domino’s sebagai hadiah bagi sang juara. Walaupun begitu, menak atau kalah, semuanya telah memberi yang terbaik. Dan pastinya, mereka semua tak sabar untuk bertanding kembali di Wageningen Cup berikutnya tahun depan.

5   Selamat pada para pemenang!

Sebagai rincian, inilah perolehan kemenangan untuk tiap cabang Wageningen Cup. Sekali lagi, selamat untuk para pemenang, tetap semangat untuk yang tertunda kemenangannya, dan sampai jumpa di Wageningen Cup tahun depan.

Cabang Olahraga Juara 1 Juara 2
Badminton
Tunggal Putra Agus (2014) Gumi (2013)
Tunggal Putri Harum (2014) Nani (PhD)
Ganda Agus/Syukur (2014) Harum/Manda (2014)
Tennis
Tunggal Eben (2013) Asep (PhD)
Ganda Asep/Waldi (PhD) Yusuf/Eben (2013)
Voli 2014 2013
Ping-pong
Tunggal Taufik Putra
Ganda Taufik/Ibnu (PhD/Alumni) Dede/Daud (2014)
UNO 2014 2013

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*