Select a page

Walau Jauh di negeri Oranye, Tetap Dalami Kebudayaan Indonesia

Suhu yang mendadak turun kembali menjadi minus dan bikin menggigil tidak membuat lesu pemudi-pemudi PPI. Buktinya belasan pemudi ramai bersesakan belajar tari saman di Bornsesteeg. “Lama-lama jadi panas, tangannya pun merah seperti latihan main voli,” cetus salah satu peserta. Yah, memang latihan menari saman walau terlihat tidak banyak gerakan namun ternyata cukup membakar kalori dan menyehatkan.

Di hari Minggu, 10 Maret 2013 sore ini Hana, sesepuh tari saman beraksi menyalurkan kebolehannya ke generasi berikut untuk melestarikan keahlian menari saman di generasi PPI Wageningen. Perlahan tapi pasti, akhirnya 11 pemudi PPI mulai bisa mengikuti kelihaian tangan Hana dalam menari saman. Gerakan yang dilatih adalah 2 tipe, “Gerakan pada saat alunan gendang ini biasa disebut gerakan kosong. Gerakan ini saat tidak ada nyanyian sama sekali,” jelas Hana saat latihan.

Tentu saja walau sulit, semangat peserta tidak surut. Malah dengan semangat diputuskan akan ada latihan berikutnya di minggu depan di hari Sabtu 16 Maret 2013 setelah acara Wangkringan selesai. Semoga partisipasi teman-teman lain semakin banyak, sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang tetap melestarikan budaya Indonesia, walaupun jauh di Negeri Oranye. [Astrisia Artanti]

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*