Select a page

Angklung PPIW Goes Underground

Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Angklung-PPIW-Goes-Underground3

Pemusik angklung PPIW memainkan lagu-lagunya Metallica? Wah, cadas!

Haha, bukan kok. Tetapi memang, teman-teman Angklung PPI Wageningen lagi-lagi unjuk gigi. Ya, di acara Accoustic Night with Cultural Showcase garapannya PPI Rotterdam, teman-teman kita tampil dengan penuh semangat. Bertempat di Social Underground Rotterdam, acara ini sendiri dikonsepkan sebagai acara musik dengan high tea dan kudapan khas Indonesia. Dengar-dengar sih, pendapatan dari acara ini akan disumbangkan dalam satu kegiatan amal.

Setelah sebelumnya dihibur oleh tarian khas Indonesia, para tamu pun menikmati playlist tiga buah lagu dari teman-teman PPIW. Aysha memimpin sebagai dirigen untuk dua lagu pertama, Manuk Dadali dan Can’t Take My Eyes Off you. Lalu, Teh Leni pun curhat mengenai alasan utama beliau menekuni angklung. “Saya kangen Indonesia, makanannya yang lezat, kotor-kotoran main di sawah. Dengan bermain angklung, setidaknya saya bisa mengobati rasa kangen saya,” tutur beliau dengan bahasa Inggris yang fasih. Berdua dengan Aysha, mereka menceritakan asal mula angklung, mulai dari tradisi tumbuk padi hingga tangga nada diatonis.

Selepas intermezzo singkat tersebut, Teh Leni pun mengambil alih posisi Aysha sebagai dirigen, dan teman-teman PPIW kembali memainkan lagu. Kali ini, lagu daerah asal Sumatra Barat, Kambanglah Bungo, pun dilantunkan. Lagu ini mengisahkan keagungan Tanah Minang, pantaslah bila dimainkan di acara One Indonesia yang mengedepankan keindahan budaya Indonesia.

Bukan Angklung PPIW namanya kalau tidak berinteraksi dengan penonton. Setelah mengadakan workshop singkat pada acara One World Week beberapa bulan lalu, kali ini mereka mengajak para penonton untuk tebak lagu. Dua buah potongan lagu, Brother John dan Burung Kakak Tua pun dilantunkan untuk ditebak oleh penonton yang antusias. Pada akhirnya, gemuruh tepuk tangan penonton menunjukkan bahwa penampilan teman-teman Angklung PPIW memang menghibur. Salut!

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*