Select a page

Asian Night by ISOW: Pertunjukan Budaya dan Kuliner Asia di Wageningen

971380_10201198672839376_1228769509_nMalam minggu diisi dengan menikmati makanan khas Asia dan menonton pertunjukkan budaya dari negara-negara Asia, hmm.. memang bisa ya..?? Dimana..???

Tentu saja bisa, di acara ASIAN NIGHT yang diselenggarakan oleh ISOW pada hari Sabtu, 1 Juni 2013 yang lalu. Ada 5 negara Asia yang berpartisipasi di acara ini. Indonesia sudah pasti tidak ketinggalan dong..! Negara lainnya yang terlibat adalah Cina, Nepal, Bangladesh, dan Jepang.

Kegiatan ini diawali dengan makan malam pada pukul 7 hingga 8.30 (malam tentu saja), lalu dilanjutkan dengan berbagai pertunjukkan budaya hingga pukul 11.30, dan ditutup dengan pesta tentunya..!

Untuk acara ini, tim dari Indonesia menyiapkan nasi, sayur orak-orik, dan rendang sebagai menu andalan. Dalam waktu cukup singkat, makanan yang dipersiapkan ludes habis, hingga sebagian peserta tidak bisa merasakan menu andalan kita ini.

629_10201198672479367_453386019_nSetelah kenyang makan, waktunya menonton pertunjukkan.. yang diawali dengan penampilan dari negara Indonesia. Kali ini tim dari Indonesia memutuskan untuk menampilkan tari poco-poco dari Sulawesi Utara. Tujuannya untuk bisa mengajak peserta ‘Asian Night’ terlibat dalam tarian ini. Dan sudah pasti banyak dari peserta yang tertarik untuk turut menari. Walaupun gerakan tariannya menjadi kurang ‘seragam’ karena banyak yang baru belajar ditempat, tapi semua menikmati serunya tarian ini. Selanjutnya penampilan tim Indonesia ditutup dengan cerita tentang ’10 Fakta Lucu’ yang dianut masyarakat Indonesia, seperti: kebiasaan kerokan jika kondisi badan sedang kurang sehat (yang dipercaya sebagai masuk angin), melepas sendal dan sepatu jika ingin masuk rumah, memilih untuk tidak mengambil makanan yang tersedia jika sudah tinggal sedikit, dan sebagainya. Cerita ini disampaikan oleh Jimmy Wilopo, sang Ketua PPI Wageningen tahun 2013, dalam bentuk presentasi singkat.

Selanjutnya, seorang alumni Wageningen University yang beasal dari Jepang menyampaikan presentasi singkat tentang negerinya. Diikuti dengan pertunjukkan dari negeri Cina. Yang menarik, para pelajar dari negara ini bahkan menampilkan beberapa jenis pertunjukkan seni budaya, mulai dari lagu tradisional, permainan musik instrumental tradisional, hingga seni bela diri Taiji. Ada perasaan sedikit iri ketika melihat penampilan mereka. Terlihat jelas betapa para generasi muda dari negeri tirai bambu ini tetap diajarkan untuk memegang teguh budaya yang mereka punya ditengah kehidupan modern ini. Hmm… mungkin kita bisa memetik pelajaran kecil dari hal ini. Setelah itu, beberapa negara lainnya juga menyampaikan presentasi singkat tentang negerinya.

Ajang-ajang seperti ini merupakan salah satu sarana efektif untuk mempromosikan kultur dan budaya Indonesia. Dan para pelajar Indonesia yang merantau di kota Wageningen ini sudah pasti akan terus terlibat dengan berbagai ajang seru lainnya sebagai sarana eksistensi diri. Untuk itu, tunggu cerita-cerita seru lainnya ya… [Kontributor: Kristina Novalina Nainggolan]

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*