Select a page

Ceritaku di Wageningen: Winter Edition 2010

Kuliah diluar negeri merupakan suatu pengalaman yang berbeda. Suka duka tinggal di negara empat musim seperti Belanda bisa menjadi cerita yang menarik untuk dibagi dan dibawa pulang. Seperti cerita dari teman-teman yang sedang berkuliah di Wageningen. Di ceritaku winter edition ini adalah cerita dari Riany Ananti atau akrabnya dipanggil Anan dan juga curhatan dari Yahya Darmawan. Selamat membaca.

—————————————————————————————————————————-

Cerita ini dimasukan dalam lomba cerita di Blog Pengalamanku Radio Nederland. Untuk mendukung cerita Anan silahkan vote di http://blogs.rnw.nl/pengalamanku/2010/12/07/dingin-cold-koud/#more-1033

Dingin, Cold, Koud

Cerita dari: Ryani Ananti

Belanda itu Dingin, Cold, Koud!

Ngomong-ngomong musim dingin, aku excited banget nungguin salju. Siapa sih yang ngga penasaran? Aku sebagai orang Indonesia menganggap salju itu sesuatu yang mewah, langka, dan bagaikan di negeri dongeng. Salju juga merupakan simbol atas mimpi aku yang terwujud, bisa ke Eropa. Dan ya ampun, siapa yang ngga seneng nampung es serut gratis? tinggal dikasi santan, sirup, alpukat, tapai, ketan, jadi deh es doger ngga usah capek-capek nyerut es.

Anyway, saking excitednya sampai-sampai tiap hari mantengin accuweather dan weatherbug dari handphone aku. Tiap kali ‘dijanjikan’ besok turun salju, malemnya aku harap-harap cemas macam menunggu pacar ngapel, dan besok paginya sontak membuka tirai jendela dengan brutal diikuti dengan detik selanjutnya membanting handphone karena memberikan aku harapan palsu. Terus ngesot ke centrum beli handphone baru. Tapi tentu saja cerita ini ngga sepenuhnya benar adanya :p.

Lelah menunggu, aku berusaha menghapus salju dari pikiranku. Dan ternyata salju pertamaku justru turun saat aku sedang serius mengerjakan case study di kampus, *ehem*. Aku ternganga, mata berbinar binar seperti anak kecil dikasih uang 25 perak buat beli kue pancong. Salju! Cantik sekali, turun satu satu seperti kapas ditiup awan yang sedang bergembira. Daaan terimakasih salju, sore itu juga aku sukses mencium aspal saat mengayuh sepeda, untungnya bibirku ngga jontor!

Tentu saja foto-foto dengan aksesoris salju wajib adanya, seakan membuktikan pada diri sendiri bahwa ini bukan mimpi. Ini fotoku bersama temanku Joy asal Thailand, temanku Jeni asal Indonesia yang mengambil gambarnya. Ceritanya kami ada kuliah siang itu, gedung kuliahnya diatas bukit jadi perlu usaha ekstra untuk sampai kesana, hehe. Saat kami tiba, Joy bilang ‘ayo ambil foto disini!’ dasar semua banci foto, meski muka merah dan rambut berantakan lelah mengayuh sepeda kami tetap semangat berfoto. Dan gak tahu malunya saat lagi mulai pose loncat, sudah berpegangan tangan, dosenku datang dari kejauhan, senyum senyum melihat kami semua, dan karena sudah tanggung mau loncat, kami menyapanya sekilas dan satu dua tiga.. hap!

Si dosen nyengir lebar melihat kami. Mungkin yang ada dipikirannya : Kasihan sekali mahasiswa-mahasiswa Asia ini, ngga pernah lihat salju rupanya.

But looking at the picture… it was worth a jump!*

—————————————————————————————————————————-

Salju, Adem Tapi Serem

cerita dari: Yahya Darmawan

Malam itu seperti biasa aku lagi nangkring menjelajah dunia facebook ketika mataku tertuju di sebuah status Ema si Capung Centil dari Enschede saljuuu!!!! duh kenapa malem sih turunnya?! ah besok pagi semua akan jadi putih.. saljuuuu cuma bisa liat dari jendela kamar. Buru-buru aku lompat kursi dan membuka jendela kamar bornsesteeg, aku buka jendela dan bim salabim!!! wuzzz… cuma adem dan angin kencang yang datang. Ehm…si capung centil kurang kerjaan, mana ada hujan saljupikirku. Buru-buru aku tutup jendela daripada masuk angin dan langsung tengkurep lagi dibawah selimut. Pikiran melayang dengan lamunan bahwa cepat atau lambat aku akan merasakan yang namanya salju alias snow. Dari kecil cuma ngeliat di TV dan ngebayangin yang namanya “salju” tuh putih terus jatuh dari langit. Kata orang kalo musim salju itu dingiiiin banget (Lha wong waktu musim panas aja dah kayak didalam kulkas dinginnya…ndeso banget dah!). Lalu kalo salju itu bisa maen ski dan buat orang-orangan salju.Kalau di kota asalku suhu udara bisa mencapai lebih dari 300C dan sangat puanass maka bisa dibayangkan rindunya diriku dengan suasana adem dan sejuk. Pasti maknyusss nantinya.Akhirnya molor juga dengan sebuah impian bermain di atas salju.Aku mau salju…zzz …

Bangun pagi dengan segudang rutinitas dan segera mengambil sepeda yang tergeletak tak berdaya di parkiran terbuka bornsesteeg.Wow… ada banyak ketombe raksasa bertebaran di atas semua sepeda yang terparkir. “Everything is freezy” teriak salah seorang mahasiswa.Aku cuma merengut Yach, kok cuma begini saljunya…ini mah kayak ketombe doang…kagak seruuuu”. Sekali tebas semua ketombe adem itu rontok dan bersih. Seger ku kayuh sepeda bututku menuju kampus.Wuidih … Jembatan kayu nan romantis menuju Forum Kampus juga nampak memutih tapi semua masih kelihatan tak asing bagiku. Aku mau salju beneran…Seorang teman di kelas yang rumahnya ada di Amsterdam bercerita bahwa di Amsterdam sudah mengalami “ heavy snow”. Bergumam doang Waduh … enaknya kalau di Amsterdam … disini mah kayak ketombe !”

Akhirnya, 29 November sekitar pukul 16.00 pm waktu wageningenthe real snow di wageningen. Aku bersama partnerku dari suriname sedang mumetnya mengerjakan project mata kuliah tiba-tiba dia mengeluh “ehm…snow is coming!”. Aku langsung nyelonong ke jendela. Nggak peduli kerjaan belum beres. Beneran takjub ketika banyak onde-onde putih jatoh dari langit. Walah…keren banget nih salju … !!! Kebayang es podeng atau es cendol ala Indonesia.Semua halaman kampus berubah putih termasuk semua mobil yang diparkir.Kalo nggak inget masih praktikum pasti dah kabur keluar kelas.Selesai kelas, buru-buru aku lari keluar. Beberapa mahasiwa saling iseng lempar-lemparan salju. Aku injek salju pertama kali dalam hidupku. Empuk, lembut dan adem akhirnya aku dapat salju beneran…cihuuuyyy!!!.

What happen with snowing??? Eh ternyata eh ternyata salju juga ada ga enaknya loh… Cuma amazing di beberapa hari saja. Special pake telor ya cuma acara banci photo dengan mengabadikan setiap photo dengan latar salju.Jeprat jepret semua pose dan semua tempat .Di jalan, di kampus, di parkiran, di pohon, di sungai semuanya diabadikan dengan narzisnya.Dari bebek kedinginan sampai orang kedinginan juga nemplok di photo-photo.Especially buat para mahasiwa Asia yang secara takdir tidak pernah mengalami salju termasuk Indonesia dan termasuk aku hahaha. Buset dah yang terparah aku alami adalah waktu sepeda bututku ngambek dan rusak.Aku mesti jalan dari stasiun bus menembus salju dengan angin yang kencang menuju bukit. Pernah juga sepedaku nancep ke selokan karena tiba-tiba ban sepeda tergelincir salju yang sudah membatu.Kalo sudah mengeram di kamar pasti malas keluar kamar kecuali terdesak karena logistik habis.Itupun ngacir secepat mungkin ke warung terdekat. Kalau harus ke centrum pasti semua menyerah kalah.mau buang sampah aja harus pake baju lengkap plus2 jaket dan sepatu..waduh rempong deh..” teriak salah satu wageningers hahaha …ngakak baca statusnya. Finally, muncul sebuah status I dont like to see the outside view from my room …. all is white ….miss green leaves ^-^”, suara hati salah seorang teman Indonesia via facebook di akhir Desember yang bersalju… Hihihi manusia tropisnya keluar. Oalahhh Saljuku adem saljuku serem, tapi Aku tetap mau salju paling tidak hingga perjalananku usai. SALJU… I LOVE U … huhuhu..*


0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*