Select a page

Dilema buang air kecil: di shower atau di WC?

(Ilham Surya. MSc Candidate Environemental Sciences)

Salah satu bentuk culture shock yang dialami hampir semua orang Indonesia ketika baru tiba di Wageningen adalah adaptasi terhadap kebiasaan di toilet. Beberapa orang bahkan memerlukan ‘toilet training’. Masalah utama yang muncul sebetulnya adalah ketidaktersediaaan air di hampir seluruh toilet yang ada di Wageningen, baik di kampus maupun rumah masing – masing. Hal ini menjadikan beberapa orang, untuk apapun alasannya, menggunakan aktivitas mandi di shower untuk sekalian buang air kecil. Selain ketersediaan air yang melimpah, buang air kecil di shower merupakan manifestasi dari gerakan hemat air. Hal ini dikarenakan, ketika kita buang air kecil di toilet dengan water closet (toilet duduk), kita menggunakan 3 liter (untuk tombol flush kecil) atau 6 liter (tombol flush besar) air untuk menyiram (flush). Jumlah air yang sangat banyak, sama atau 2x lipat lebih banyak dari konsumsi minimal air harian manusia. Karena kedua alasan itulah buang air kecil di shower menjadi kebiasaan bagi sebagian orang.

Namun apakah seharusnya kita buang air kecil di shower? Menurut dr. ir. Alette Langenhoff dari Departemen Agrotechnology and Food Sciences, meskipun dia tidak secara gamblang mengatakan “ya” atau “tidak”, ia menjelaskan adanya pemisahan sumber air untuk air toilet dan air shower. Langenhoff menambahkan, air kencing atau urine dan air siraman (flush water) tergolong air black water sedangkan air shower beserta air cuci, wastafel dan laundry merupakan grey water. Limbah dari grey water dan black water disalurkan dari setiap rumah melalui jalur/aliran yang berbeda. Aliran black water digunakan untuk menciptakan energi sebesar 45 MJ p-1 y-1 . Energi itu dihasilkan dari air kencing yang mengandung nitrogen dan fosfor yang penting bagi aktivitas manusia dan menciptakan energi terbarukan. Bahkan 36% dari konsumsi pupuk di Belanda diambil dari black water. Sedangkan aliran grey water diolah untuk digunakan kembali di wastafel, shower dan lain – lain. Hal ini berarti jika kita buang air kecil di shower secara tidak langsung kita menggunakan air hasil daur ulang kencing kita sendiri. Jadi, masih mau kencing di shower?

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.