Select a page

Diskusi Cerdas Ceria : Bekerja di NGO Asing

Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

DCC MARET 1 DCC MARET 2

Diskusi Cerdas Ceria

Fitrian Ardiansyah memulai karir di organisasi internasional sejak tahun 2002. Salah satu posisi yang pernah dijabatnya adalah delegator di UNFCC. Sampai saat ini, masih jarang orang Indonesia yang bekerja di institusi internasional; beberapa Negara Asia yang banyak warga negaranya bekerja di institusi internasional antara lain Tiongkok, India, dan Filipina. Hal tersebut menjadi pemicu tersendiri bagi Pak Fitrian untuk dapat bekerja di lingkungan internasional. Kontribusi dan koalisi sangat penting dalam bekerja secara internasional, namun orang Indonesia belum banyak yang bergabung sehingga Indonesia masih sulit untuk ‘terlihat’.

Organisasi internasional dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

  • Multilateral organization → dibentuk oleh banyak Negara e.g UN, PBB, EU, ASEAN

UN body → FAO, WHO, UNESCO, UNICEF

UN program → UNDP, UNEP, UNWIPO

Sering interaksi dengan organisasi yg berhubungan dengan ekonomi, e.g world bank → makin banyak invest, makin banyak suara (one dollar, one vote)

ADB Asian development bank

Yang bisa di apply: junior program level, intake tiap semester.

  • Organisasi berbasis Negara e.g program bantuan ke Negara berkembang di bawah kemenlu (USAID, Canadian aid, GIZ german, Jaica jepang) Dirjen selalu dari negara tersebut
  • Organisasi berdasarkan isu e.g CGIAR (bidang pertanian)
  • Anak: CIFOR hutan : IRI padi

 

Networking sangat penting karena meskipun ada di lowongan kerja, cara mencari tenaga kerja sering melalui kenalan atau rekomendasi. Fresh graduate peluangnya kecil untuk kerja di organisasi internasional, meskipun bukannya tidak mungkin. Salah satu cara untuk memperbesar peluang adalah networking melalui internship. Masih jarang orang Indonesia yang mengambil peluang internship tersebut.

Salah satu cara membangun networking adalah berteman dengan dosen dan ikut project research (research assistant) yg dibuat oleh dosen.

 

Untuk dapat bekerja di UN, kita harus bisa berbahasa inggris dan minimal 1 bahasa UN lainnya (Arab, Mandarin, Spanyol, Perancis, dan Rusia).

YPP program untuk UN secara umum.

P1 untuk orang yg punya 2 tahun pengalaman kerja, muncul 1-2 kali setahun.

 

Pengalaman Aris saat apply kerja di FAO → mengirim resume, tidak diterima. Tiba-tiba dipanggil kembali meskipun tidak ada lowongan karena FAO sedang ada project di Indonesia.

 

Keuntungan kerja di UN antara lain pengurusan visa mudah, travelling (tidak hanya bekerja di depan meja), pendapatan tinggi menyaingi perusahaan besar

2 Comments

  1. eva Wednesday December 23rd, 2015 Reply

    kak..sy mahasiswa Alih jenjang dari d3 ke S1..sekarang sy masuk semester 3..kak sy sangat tertarik untuk mengambil internship di organisasi internasional,karena saya kuliah di fakultas ilmu kesehatan masyarakat, tentunya saya ingin internship salah satunya di WHO, UNICEF dan FAO (karena sy mengambil minat gizi)..sy minta tips dan saran kakak,apa yang saya persiapkan mulai sekarang.bagaimana cara agar sy bisa di apply oleh organisasi tersebut,mengingat sy tidak punya relasi disana..terimakasih

  2. sjafiatoen noer Friday January 1st, 2016 Reply

    ass.wr.wb.

    wah ….bagus tuh. gimana kalau sekalian jd mediator untuk yang ingin melamar tp blm tahu kansnya. jadi skalian semacam buka bank data calon pekerja . terima kasih

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*