Select a page

Rambu Lalu Lintas bagi Pesepeda di Belanda

Oleh: Gede Budi Suprayoga* Ni Made Gilang Wargyawati**

*Peneliti PhD di Land Use Planning Group Wageningen University, bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
**Mahasiswa Master in Landscape Architecture and Planning Wageningen University, bekerja di Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Sangat jarang tulisan mengenai rambu yang harus dipahami dan dipatuhi apabila hendak menggunakan sepeda di Belanda, sehingga kita sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Belanda merasa bingung jika ingin mematuhi aturan bersepeda di Belanda. Tulisan ini dibuat untuk menjawab kebingungan tersebut sehingga kita dapat bersepeda dengan aman dan nyaman di Belanda. Sumber utama yang dirujuk untuk menyusun tulisan ini adalah “Road Traffic Signs and Regulations in the Netherlands” yang diterbitkan oleh Ministry of Infrastructure and Environment (MIE) pada tahun 2013. Petunjuk yang disusun dalam buku ini bersifat instruksional dan merujuk kepada 1990 Traffic Rules and Regulation Act (RVV 1990). Rambu ini semoga memberikan wawasan bagi mereka yang akan atau sedang menggunakan sepeda di negara yang tingkat penggunaan sepedanya sangat populer.

Bersepeda di Indonesia dan Belanda
Bersepeda mungkin bukan moda transportasi yang umumnya kita gunakan di Indonesia untuk hidup keseharian, seperti bersekolah, bekerja, dan berbelanja. Meskipun menggunakan sepeda, kita memakainya untuk keperluan yang tidak reguler, antara lain rekreasi atau olahraga. Sebagai moda transportasi “sampingan”, infrastruktur bersepeda di Indonesia tidak dibangun secara memadai. Pendanaan yang didedikasikan untuk menyediakan dan memelihara infrastruktur ini pun terbilang terbatas.

Hanya lokasi tertentu pada bagian kota saja yang dilengkapi dengan  infrastruktur bersepeda ini. Namun demikian, dibangunnya inftrastruktur sepeda, tidak serta merta memberikan rasa nyaman penggunanya. Hal ini bisa dirasakan terutama saat kita menggunakan sepeda pada jalur atau lajur sepeda yang terputus, atau menemukan bahwa terdapat marka yang menghilang pada ruas-ruas jalan tertentu, dan rambu yang tidak cukup memberikan informasi, arah, maupun peringatan. Infrastruktur dan rambu yang melengkapinya tidak cukup tersedia. Kebanyakan dari kita juga tidak sadar atas pentingnya keberadaan rambu-rambu bagi pengguna sepeda ini karena sebagian kita lebih sering menggunakan moda kendaraan bermotor.

Berbeda dengan di negara Belanda, bersepeda merupakan moda yang sama pentingnya dengan bus sebagai moda transportasi publik. Perjalanan di dalam kota sebagian besar menggunakan sepeda. Jumlah pesepeda untuk bekerja mencapai 25%, bahkan untuk rekreasi mencapai angka 41%. Rata-rata jarak tempuh harian mencapai 2,9 km. Untuk beberapa kota bahkan lebih dari panjang tersebut. Saat ini telah terdapat national cycling route yang memungkinkan komuting antar kota dan wisata untuk menjelajahi kota-kota di Belanda. Untuk menarik wisatawan dengan bersepeda, infrastruktur bersepeda yang meliputi jalur khusus, trek sepeda, maupun rambu, disediakan dengan lengkap, konsisten, dan komunikatif.

Sejumlah faktor menyebabkan Belanda memiliki daya tarik bagi pesepeda. Infrastruktur dilengkapi mulai dari trek sepeda, jalur khusus sepeda, jalan khusus sepeda, parkir sepeda, serta rambu-rambu yang menjamin penggunaan moda secara aman, nyaman, dan selamat. Faktor tersebut yaitu guna lahan yang kompak dengan fungsi-fungsi ruang yang ditata dengan harmonis, permukiman yang selalu tersedia fasilitas publik utama, perumahan dan perkantoran dalam jarak bersepeda, dan sistem transportasi publik yang mengutamakan angkutan umum. Jumlah sepeda yang digunakan di Belanda mencapai 16 juta unit yang hampir sama dengan jumlah penduduk negara tersebut. Tidak mengherankan apabila anak-anak kecil pun sudah biasa menggunakan sepeda dan sama terampilnya dengan orang dewasa, karena telah dilatihkan sejak kecil rata-rata mulai usia 2-3 tahun.

Peran Rambu Lalu Lintas bagi Pesepeda
Bagi kita yang tidak terbiasa menggunakan sepeda, pengetahuan mengenai rambu lalu lintas, terutama yang terkait dengan pesepeda, tidak sepenting ketika harus dan terbiasa menggunakan sepeda. Hal tersebut kita alami saat harus menggunakan sepeda untuk keperluan kuliah, kerja, dan rekreasi di Belanda. Dengan pengetahuan yang masih minim tentang rambu – rambu di negara tersebut mendorong kita untuk membaca dan mempelajarinya. Beberapa rambu memiliki kemiripan dengan yang biasa kita temukan di Indonesia, sehingga tidak sulit untuk mengintepretasikannya. Dalam tulisan ini hanya rambu-rambu yang sering ditemui dan dianggap penting saja yang akan disampaikan disini. Rambu tersebut meliputi beragam fungsi antara: prioritasi akses, penutupan akses, petunjuk arah, parkir dan berhenti, pengaturan lalu lintas, peringatan, dan informasi.

Mengingat pentingnya rambu sebagai media komunikasi antara infrastruktur jalan dan pengguna, maka diharapkan setiap pengguna sepeda non rutin pun harus mampu memahami berbagai rambu. Mereka yang belum terbiasa memahami rambu-rambu lalu lintas karena belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) semoga terbantukan dengan tulisan ini. Kepatuhan terhadap rambu-rambu ini diharapkan dapat menjamin keselamatan bersepeda, menambah rasa percaya diri saat berada di jalan, meningkatkan penguasaan areal tinggal, dan menghindari sanksi yang bisa dikenakan karena pelanggaran.

Peraturan Lalu Lintas secara Umum bagi Pesepeda
Dalam regulasi yang dikeluarkan oleh MIE, setiap pesepeda diwajibkan untuk menggunakan trek atau jalur pesepeda. Trek ini berada di sisi kanan jalan baik yang dipisahkan maupun yang tidak dipisahkan dengan jalan. Jalanan di kota-kota di Belanda umumnya sudah dilengkapi dengan jalur maupun trek bersepeda, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikuti trek yang disediakan. Perkecualian diberikan apabila ada trek yang terputus, sehingga dimungkinkan untuk menggunakan badan jalan (carriageway). Begitu juga dengan jalanan antarkota, umumnya juga telah dilengkapi dengan trek yang menyebabkan kecil kemungkinkan pesepeda menggunakan badan jalan yang bercampur dengan kendaraan bermotor.

Perkecualian untuk tidak menggunakan trek bersepeda diberikan kepada pesepeda dengan sepeda yang memiliki roda lebih dari dua atau dengan kendaraan gandeng dengan dimensi total lebih dari 0,75 meter atau yang menarik trailer dengan kelebihan dimensi total 0,75 meter. Trek bersepeda menjadi tidak wajib digunakan oleh pengguna motor yang juga digerakkan dengan sepeda (motor assisted bicycle). Untuk pengguna kendaraan tersebut, dapat menggunakan trek bersepeda apabila dalam kondisi kendaraan dimatikan.Peraturan lain yang perlu diperhatikan adalah, trek bersepeda juga digunakan oleh maupun moped. Namun, populasi kedua jenis kendaraan tersebut tidak banyak. Meskipun memiliki hak yang sama untuk menggunakan trek bersepeda, kendaraan jenis tersebut dibatasi kecepatannya.

Perlu diperhatikan bahwa pada trek-trek bersepeda pada lokasi tertentu, jumlah pesepeda sangat besar dan mengalami penumpukan, terutama menjelang persimpangan di pusat kota, areal perkantoran, maupun areal pendidikan. Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) memberikan pengaturan yang khusus untuk pesepeda kapan harus berhenti atau jalan di persimpangan. Siklus atau fase isyarat telah disesuaikan dengan volume, meskipun pada jam-jam sibuk penumpukan masih terjadi.

Rambu-Rambu Penting bagi Pesepeda
Dalam tulisan ini akan disampaikan rambu-rambu penting yang wajib diperhatikan oleh pesepeda. Para pesepeda memang tidak diberikan ujian sebagaimana halnya dengan pengguna kendaraan bermotor, namun pemahaman terhadap rambu -rambu ini sangat krusial untuk menjamin keselamatan berkendara di Belanda. Terlebih bagi para pengendara sepeda yang tidak terbiasa dengan “budaya” bersepeda, ada baiknya untuk menyimak rambu-rambu lalu lintas berikut.

  1. Prioritas Akses
    1
    Rambu ini menunjukkan adanya prioritas pada dua jalan minor. Rambu diletakkan sebelum persimpangan yang samping kanan dan kirinya diprioritaskan untuk pesepeda maupun pengguna kendaraan bermotor
    2
    Prioritas diberikan untuk pesepeda maupun pengguna kendaraan bermotor yang masuk dari jalan minor di sebelah kiri.
    3
    Prioritas diberikan untuk pesepeda maupun pengguna kendaraan bermotor yang masuk dari jalan minor di sebelah kanan.
    4
    Prioritas diberikan untuk kendaraan yang berada pada jalan utama.
    5
    Pesepeda atau pengguna kendaraan bermotor diminta berhenti untuk memberikan prioritas kendaraan pada jalan utama untuk melanjutkan perjalanan.
  2. Penutupan dan Pembukaan Akses
    6
    Pesepeda dilarang memasuki jalan pada kedua arah pada lokasi yang diberikan tanda ini.
    7a 7b
    Pesepeda dilarang memasuki jalan pada arah yang diberikan tanda ini. Namun apabila menemukan rambu dengan keterangan di bawahnya sebagaimana tertera di atas, pesepeda dipersilakan untuk memasuki jalan.
    8
    Apabila menemukan rambu ini pada trek pesepeda maka rambu tersebut menunjukkan trek satu arah, sehingga pesepeda mengikuti arah yang ditunjukkan.
    9
    Jalan satu arah, pesepeda mengikuti arah yang ditunjuk untuk melanjutkan perjalanan.
    10
    Akses diberikan pada kedua arah. Umumnya trek bersepeda cukup lebar untuk dilalui secara dua arah dengan marka terputus-putus pada trek.
    11
    Sepeda, moped, maupun kendaraan bagi difable dilarang memasuki jalan dengan rambu yang ditunjukkan.
  3. Pengarah
    1
    Persimpangan dengan bundaran. Apabila ditemukan pada trek bersepeda, tanda panah mengindikasikan arah perjalanan yang diwajibkan bagi pesepeda.
    2
    Lajur yang dapat dilalui oleh pesepeda pada trek bersepeda. Tanda dapat mengarah ke kanan atau kiri. (Catatan: di Belanda, kendaraan menggunakan lajur kanan untuk berkendara).
    3
    Dua lajur dapat dilalui oleh pesepeda pada trek yang disediakan.
  4. Parkir dan Berhenti
    4
    Sepeda dan moped dilarang untuk berhenti.
    7b
    Parkir untuk sepeda yang sengaja ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu.
    5
    Parkir sepeda dan kendaraan jenis lainnya untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi publik, misal: kereta atau bus.
  5. Pengaturan Lalu Lintas
    1
    Pengguna sepeda memasuki area rekreasi, permukiman atau area pejalan kaki dan harus menyesuaikan kecepatannya agar sesuai dengan kecepatan berjalan kaki (umumnya maksimum 5 km/jam).
    2
    Akhir area rekreasi, permukiman atau area pejalan kaki.
    3
    Lajur sepeda yang diwajibkan. Apabila semula menggunakan jalan, maka diwajibkan memakai trek yang diperuntukkan bagi pesepeda.
    4
    Akhir dari lajur sepeda dan segera akan menemui jalan yang dipergunakan bercampur dengan kendaraan lain.
    5
    Rute yang dikhususkan bagi pengguna moped dan pesepeda.
    6
    Akhir dari rute pengguna moped dan pesepeda yang biasanya ditemukan ketika memasuki jalan bebas hambatan.
    7a
    Trek sepeda yang tidak wajib digunakan. Di Belanda memungkinkan pesepeda untuk tidak menggunakan trek yang tersedia apabila menemui rambu ini.
    8
    Trek dari lajur sepeda yang tidak wajib dipakai, yang umumnya akan diteruskan dengan menggunakan trek pesepeda yang diberikan.
    7b
    Saya jarang melihat rambu ini, dan tidak termasuk dalam daftar rambu yang disusun oleh MIE. Untuk kota-kota besar di Belanda, memungkinkan menemukan rambu yang menunjukkan bahwa jalan diprioritaskan bagi pesepeda.
  6. Peringatan
    1
    Peringatan akan adanya persimpangan dengan bundaran di depan.
    2
    Peringatan akan adanya persimpangan yang berbahaya di depan, sehingga dibutuhkan kewaspadaan.
    3
    Peringatan akan adanya perlintasan anak-anak sekolah.
    4
    Peringatan akan adanya perlintasan pejalan kaki.
    5
    Peringatan akan adanya pejalan kaki.
    6
    Peringatan akan adanya APILL.
  7. Informasi
    1
    Tidak ada jalan tembus bagi pesepeda, maupun kendaraan lainnya di depan
    2
    Tidak ada jalan tembus bagi pesepeda, maupun kendaraan lainnya pada arah yang ditunjukkan.
    3
    Rambu penunjuk arah bagi pesepeda yang umumnya berada di jalan antarkota. Nama tujuan dan jarak ditunjukkan dengan nama dan angka bersama dengan nomor rute pada arah yang ditunjukkan.
    4
    Rambu penunjuk arah bagi pesepeda yang umumnya berada di jalan antarkota. Nama tujuan dan jarak ditunjukkan dengan nama dan angka pada rambu di atas, sedangkan rute alternatif menuju tujuan ditunjukkan dengan warna hijau dan huruf miring beserta jarak.

Penutup
Untuk rekan-rekan yang akan tinggal di Belanda baik dalam waktu yang singkat maupun lama (> 6 bulan), terutama yang akan menggunakan sepeda dalam kesehariannya, sangat dianjurkan untuk membaca dan memahami rambu-rambu tersebut. Barangkali selama ini sebagian rambu telah dipahami karena merupakan pengguna kendaraan bermotor, pengaturan yang spesifik juga perlu didalami untuk menjadikan bersepeda lebih aman, selamat, dan bertanggung jawab.

Bagi mereka yang ingin membaca lebih detil dapat mengunduhnya pada link berikut. Sejumlah referensi turut disertakan dalam tulisan ini.

Referensi

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*