Select a page

Halal Bihalal & Lapor Diri: Temu Akrab antara Masyarakat Indonesia di Wageningen dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Belanda

Ada yang berbeda dengan halal bihalal dan lapor diri di tahun 2013 ini. Apa yang berbeda? Acara halal bihalal dan lapor diri kali ini turut dimeriahkan oleh Om-Tante Perwarindo (Perhimpunan Warga Indonesia) dan beberapa masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar Wageningen. Bertempat di Ons Huis, Harnjesweg 84 Wageningen, pada hari Minggu, 25 Agustus 2013, PPI Wageningen bekerja sama dengan KBRI menyelenggarakan acara lapor diri dan temu akrab dengan masyarakat Indonesia di Wageningen, yang juga sebagai acara halal-bihalal untuk teman-teman yang merayakan hari Lebaran. Sekitar 100 orang menghadiri acara ini, yang terdiri dari anggota PPI Wageningen, Ibu Duta Besar Retno Marsudi berserta tim KBRI, anggota Perwarindo, dan masyarakat Indonesia lainnya yang tinggal di sekitar Wageningen.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PPI Wageningen, Jimmy Wilopo dan sambutan Duta Besar Indonesia yang luar biasa dan berkuasa penuh untuk Kerajaan Belanda, Ibu Retno L.P. Marsudi. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini dan memaparkan tentang perkembangan baik hubungan Indonesia dengan Belanda di berbagai bidang. Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya peran diaspora, masyarakat Indonesia, dengan berbagai keahlian dan potensi sumbangsih untuk berperan aktif membangun Indonesia. Hal lain yang beliau tegaskan adalah bahwa KBRI mempunyai fungsi sebagai pelayan, untuk melayani masyarakat-masyarakat Indonesia di Belanda. Beliau ingin lebih mendekatkan institusi KBRI dengan seluruh masyarakat Indonesia di Belanda.

dfdfd

Acara ini juga diisi dengan pemaparan tentang keimigrasian, kekonsuleran, dan penyelenggaraan pemilu di tahun 2014. Selain itu, untuk memeriahkan suasana dan acara diskusi, terdapat juga tarian-tarian tradisional dari Kalimantan, Batak dari Rachma Saloh Dance Group, workshop bermain angklung bersama Perwarindo yang dipimpin oleh Bpk. Henry Sahilatua, dan sumbangan lagu-lagu dari band akustik yang dibimbing oleh Ibu Rachma Saloh. Yang spesial dari penampilan-penampilan tersebut adalah Ibu Retno berhasil dibujuk oleh para penari dan para pemain angklung untuk ikut berpartisipasi dalam kedua penampilan tersebut.

dgere

Acara ramah tamah seperti ini tentunya sangat bermanfaat dan berkualitas. Semoga tali silahturahmi dan kebersamaan seperti ini bisa terus dibina dan dijaga ke depannya.

[Kontributor: Jimmy W.]

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*