Select a page

Indonesia dan Global Village Day

Oleh : Nuzula Elfa Rahma

Menjelang tahun ajaran baru, rutin dilaksanakankegiatan orientasi bagi mahasiswa baru atau yang lebih dikenal sebagai Annual Introduction Days (AID ) dan biasanya berlangsung selama sepekan. Dipenghujung kegiatan AID, sebuah event khas Wageningen University diselenggarakan yaitu Global Village Day. Ini adalah event dimana keberagaman antar bangsa yang menjadi kebanggaan Wageningen University dirayakan.Disini, masing-masing negara diwakili oleh mahasiswa-mahasiswa yang bersangkutan berkesempatan untuk memperkenalkan budayanya entah itu berupa atraksi, tarian, kuliner, ataupun kerajinan. PPI Wageningen tentu saja tidak mau ketinggalan ikut berpartisipasi sekaligus mempromosikan Indonesia.

Global Village Day dilangsungkan di Arboretum Belmonte, botanical garden milik Wageningen University. Untuk menuju kesana harus melalui jalan tanjakan yang meski landai tapi cukup panjang dan cukup melelahkan bagi mereka yang belum terbiasa bersepeda. Memasuki arboretum, kita langsung disambut dengan kemeriahan berbagaistan dan atraksi dari negara-negara lain, seperti atraksi capoeira dan tari perut. Setelah sejenak berjalan melewati stan-stan peserta lainnya, akhirnya sampai juga di stan Indonesia.Atmosfer heboh khas Indonesia yang begitu kental langsung menyergap , mulai dari cuap-cuap Mbak Sonya untuk menarik perhatian pengunjung hingga suara riuh rendahdari panitiadan mahasiswa asal Indonesia . Lengkap dengan musik latar dari penggugah semangat nasionalisme seperti Indonesia Raya, lagu daerah, bahkan lagu Keong Racun yang sempat menghebohkan jagad twitter dunia.

Kuliner khas Indonesia menjadi salah satu magnet daya tarik , siapa sangkajajanan pasarseperti klepon, lumpia dan sate ayammendapat antusiasme dari pengunjung.Namun daya tarik utama stan Indonesia adalah rangkaian pertunjukan tarian khas daerah yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia. Dibuka denganTari Jaipongyang dibawakan dengan apik oleh Ditta, Farah, dan Fenny. Kemudian selanjutnya sesi senam poco-poco yang dibawakan beramai-ramai dan di pandu oleh Ina,semakin semarak ketika beberapa pengunjung tanpa malu-malu ikutberpoco-poco ria mengikuti instruksi meski terlihat canggung dan banyak melakukan kesalahan. Rangkaian persembahan Indonesia untuk Global Village Day ditutup dengan persembahan Tari Payung.

Meski singkat, kemeriahan Global Village Day jelas sangat memberikan kesan terutama bagi mahasiswa Indonesia yang baru saja menghirup udara Belanda. Ada benarnya juga bahwa kadang kala kita harus pergi ke negeri asing agar kita bisa mengenali keunikan kita sendiri.

Tentang penulis: Nuzula Elfa Rahma, Mahasiswi Master program Environmental Science Wageningen University-2010

3 Comments

  1. yudra Friday September 3rd, 2010 Reply

    Saya suka dengan kalimat penutupnya, tetapi redaksinya saya modifikasi ya supaya tidak disangka plagiarisme heheheh
    “ketika kita melihat keluar, maka kita bisa lebih arif melihat ke dalam diri kita sendiri” demikian pula halnya dengan sebuah pribadi, dan negara tentu saja dalam konteks ini, semakin kita berada di luar, semakin cerdas kita melihat ke dalam negeri dan diri sendiri. SELAMAT DATANG ANGGOTA PPI WAU 2010. NICE TO HAVE YOU GUYS here with us.

  2. Indra Sunday September 5th, 2010 Reply

    Sangat menarik artikelnya, thanks buat mba Elfa, saya yakin dan percaya bahwa teman2 2010 yang skg ini memiliki talenta2 yang dapat menjadi asset bagi PPI Wageningen dan juga bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Sukses buat semuanya. Tetap kompak selalu.

  3. admin Tuesday September 7th, 2010 Reply

    yg ngasi komen cuma PPI-Wau 1 dan 2 heeheheh penggede2 Wageningen nih..

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*