Indonesian Karaoke Night: Unjuk Kebolehan atau Unjuk Kesetresan?

Indonesian Karaoke Night: Unjuk Kebolehan atau Unjuk Kesetresan?

Jam dinding menunjukkan pukul 20.00 CET. Beberapa mahasiswa/i Indonesia sudah mulai sibuk mondar-mandir mengangkat peralatan sound system ke Number 3, Student Housing Bornsesteeg. Rupanya ada acara karaoke bersama yang diselenggarakan oleh PPI Wageningen untuk mahasiswa/i Indonesia di Wageningen.

Ada sekitar 25 orang yang mengikuti karaoke bersama ini. Acara ini bertujuan untuk mengisi kegiatan bersama di akhir pekan sekaligus sebagai ajang pelepas penat dari beragam kesibukan di hari kuliah.

Hanya satu peraturan yang berlaku untuk semua peserta pada acara ini. Tidak ada kata jaim (jaga image). Bahkan sebenarnya bukan hanya jaim lagi, segala ekspresi mulai dari imut-imut sampai amit-amit dipersembahkan.

Tidak ada batasan genre lagu yang didendangkan para peserta, seperti juga halnya dengan “usia”. Lagu penuh nostalgia dari Paramitha Rusadi “Janjiku”, yang nge-top sekitar akhir 1996-1997, termasuk salah satu contohnya. Namun, semua pasti setuju kalau icon malam karaoke bersama tersebut adalah uni-ade, dengan persembahan mereka yang berjudul “mamasi mamasa mama saka bumba”.

Penasaran dengan lagu ini? Silahkan mencarinya di akun-akun pemutar musik yang tersedia. [Kontributor: Jimmy Wilopo]

5 thoughts on “Indonesian Karaoke Night: Unjuk Kebolehan atau Unjuk Kesetresan?”

  1. Luar biasa, setidaknya semingguan ini stress sudah lepas jadi bisa ringan menjalani periode baru ^^
    Apalagi yang lagi ngutak ngutik thesis 😀 smangat teman2 PPI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top