[Puisi] Roh Resistensi

Dia berlari dari atmosfir yang menghitam
Seolah tak akan ada lagi subuh yang suci
Di ujung kehidupan
Untuk apa menebar harapan
Pada tanah subur yang kini gersang
Dihisap oleh janji -janji palsu
Diracuni oleh ambisi para penguasa

Dia teringat pada sawah,
Pada pematang, pada sungai di desanya
Semuanya menjadi kenangan memudar,
Tenggelam dalam teriakan massa
Yang menuntut keadilan
Yang mengancam perlawanan

Dia berdiri ditengah roh resistansi
Yang lahir entah dari mana
Sudut mana yang harus dia tuju?
Sisi mana yang harus dia dorong?

— CTR, Wageningen, 23 Oktober 2020
(ditulis setelah mengikuti berita demo menolak UU Cipta Kerja)Roh Resistensi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top