Select a page

PPI Wageningen di Beursvloer 2017

Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Oleh: Mita Eka Fitriani

Tepat di hari Senin, 13 Februari 2017, PPI Wageningen diminta untuk berpartisipasi dalam acara Beursvloer untuk menyajikan makanan khas Indonesia. Setelah berkoordinasi dengan para anggota PPI Wageningen, ketua PPI Wageningen meminta beberapa anggota PPIW untuk mengatur jalannya acara, terutama anggota PPI Wageningen bidang kewirausahaan. Ketua Devisi PPI Wageningen Kewirausahaan, Ilya, membagi tugas kepada anggota dan kami berusaha menjalankan semua tugas dengan baik.

Persiapan dilakukan di kamar salah satu anggota, Dessy, di Bornsesteeg. Makanan yang dihidangkan dalam acara tersebut antara lain cilok, bakpia ubi ungu, dan dodol rumput laut. Dengan persiapan yang membutuhkan waktu 1 jam, kami membawa semua makanan dan perlengkapan yang dibutuhkan dengan menggunakan sepeda ke acara yang beralamatkan di de Bblthk, Stationsstraat 2.

Ketika kami tiba di acara yang disebutkan, kami langsung menata makanan yang sudah kami bawa untuk dihidangkan buat para tamu yang datang. Awalnya, kami mengira para tamu tidak berselera dengan jenis makanan yang kami bawa, tapi tidak disangka mereka rela mengantri panjang demi mencicipi makanan yang kami hidangkan. Mereka sangat antusias dan mengungkapkan bahwa makanan Indonesia sangat enak. Bukan hanya makanan Indonesia yang bisa ditemukan di acara ini, tetapi berbagai macam makanan dari berbagai negara, salah satunya dari Negara Maroko. Menariknya, siapapun yang datang ke acara ini mendapatkan makanan dan minuman secara gratis. Terang saja kami langsung mencari makanan dan minuman yang kami inginkan, seperti jus jeruk, bir, pisang goreng dan martabak. Acara berjalan sekitar 2.5 jam dan selesai pada pukul 8.00 malam. Kami sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut karena kami bisa bertemu dengan banyak orang yang memberikan kami informasi tentang volunteer dan case study yang bisa kami lakukan. Selain itu, kami juga mendapat kenalan baru yang memilki bisnis import biji-bijian dari Indonesia, seorang fotografer yang merupakan mahasiswa Wageningen University, dan trainer Wageningen. Terlebih lagi, ketika kami beranjak pulang, kami diberi souvenir berupa balloon dan coklat yang terbungkus rapi. Kami berharap, di masa yang akan datang, kami bisa menyajikan beraneka ragam masakan Indonesia, sehingga semua tamu menyadari betapa nikmatnya masakan Nusantara dan menyadari keramah tamahan mahasiswa Indonesia.

IMG_9295

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*