Select a page

Wangkringan III: Self-Sustain for Energy Generation and Organic Food Creation (aquaponics dan Vermiculture)

wangkringanKegiatan bulanan Wangkringan PPI WUR edisi ketiga, 11 Mei 2013   mengangkat topik “Self-Sustain for Energy Generation and Organic Food Creation (aquaponics dan Vermiculture)” dengan pembicara Arradi Nur Rizal, M.Sc.

Topik wangkringan kali ini sangat menarik terutama bagi teman-teman yang mempunyai hobi bercocok tanam, memelihara ikan dan sekaligus mempunyai jiwa wirausaha karena dapat menyalurkannya dengan mencoba system aquaponik-vermiculture. Prinsipnya sangat sederhana, kolam ikan yang terhubung dengan tempat tumbuhnya tanaman diairi dengan air yang ada di kolam ikan, dan setelah itu airnya akan kembali lagi ke kolam (closed loop cycle). Air dari kolam ikan banyak mengandung mengandung amonia yang selanjutnya oleh bakteri akan diubah menjadi senyawa nitrat dan nitrit. Kedua senyawa ini mengandung banyak nutrisi yang sangat diperlukan bagi tanaman. Untuk mengurangi jumlah pengeluraran untuk membeli pakan ikan, kita bisa mengintegrasikan aquaponic dengan vermiculture (cacing). Selain cacing bisa menjadi makanan ikan, hasil dari vermiculture yang berupa vermicompost dan biopesticide dapat digunakan didalam aquaponics ataupun dijual.

Sistem ini sangat tepat di aplikasikan di, di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dimana lahan pertanian sangat terbatas. Aquaponics-vermiculture bahkan dapat dilakukan pada atap-atap gedung (rooftop farming), Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan menerapkan system ini, antara lain: menghasilkan sayur dan ikan organik yang bebas zat kimia berbahaya (organic products), dengan input yang terbatas dapat menghasilkan multiple products, mengurangi polusi udara, mengurangi sampah organic, mengurangi resiko banjir pada musim penghujan, bertambahnya ruang terbuka hijau dan public space.

Lebih lanjut, diskusi pada acara Wangkringan kali ini mengarah kepada masalah teknis apabila akan diterapkan di Jakarta. Banyak hal yang perlu diantisipasi antara lain sertifikasi produk organik, sumber energi, keberlangsungan produksi, kesesuaian komponen-komponen penyusun aquaponics-vermiculture dengan media serta terjaminnya kualitas dan kuantitas produk.

Presentasi dan diskusi berlangsung kurang lebih 2.5 jam. Diskusi antara pembicara dan peserta berlangsung sangat interaktif. Acara ini diharapkan dapat membuka kreativitas mahasiswa WUR dalam mengatasi masalah lingkungan yang ada di Indonesia.

[Kontributor: Nuni Ferawati dan Zahara Mardiah]

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*