Demokrasi Tererosi

Foto penulis: William Partogi Hamonangan Pasaribu
Ketua PPI Wageningan 2023/2024
Kemunduran demokrasi merupakan fenomena yang meresahkan dan menjadi perhatian bangsa Indonesia.
Proses yang seharusnya membawa kekuasaan ke tangan rakyat, dengan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan, kini mulai mengalami erosi.
Meningkatnya otoritarianisme menjadi ancaman serius bagi demokrasi. Pemimpin-pemimpin yang terpilih secara demokratis, namun kemudian menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkuat posisi mereka, kerap menggunakan berbagai cara untuk membungkam oposisi, mengendalikan media, dan mengubah undang-undang demi memperpanjang kekuasaan mereka.
Polarisasi politik yang semakin tajam juga menjadi faktor. Ketika masyarakat terpecah menjadi dua kubu ekstrem yang sulit menemukan titik temu, demokrasi menjadi rapuh. Akibatnya, dialog demokratis menjadi terhambat, dan kebijakan yang dihasilkan sering kali hanya menguntungkan kelompok tertentu, bukan kepentingan umum.
Korupsi dan lemahnya supremasi hukum turut berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi. Ketika institusi-institusi negara tidak lagi menjalankan fungsi pengawasan dengan efektif, kekuasaan menjadi terkonsentrasi pada segelintir elit.
Kemunduran demokrasi tidak hanya mengancam stabilitas politik, tetapi juga merusak fondasi sosial yang dibangun di atas prinsip-prinsip keadilan, kebebasan, dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, menjaga dan memperkuat demokrasi adalah tanggung jawab kita bersama.
Salam mahasiswa,
William Partogi Hamonangan Pasaribu
Minggu, 25 Agustus 2024