Select a page

Memperkenalkan Bakwan, Rendang dan Cendol di Wageningen

Kamis malam, 29 Maret 2018, enam belas mahasiswi Indonesia yang tengah melanjutkan pendidikan di Wageningen berhasil menghidangkan masakan tradisional Indonesia di acara Indonesian Kitchen Dinner yang diselenggarakan di K.S.V eranciscus Wageningen. Acara ini merupakan kerjasama dengan IxESN Wageningen. Yovita Djohan, mahasiswi jurusan Biotechnology yang berperan selaku PIC dari tim Indonesia, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk memperkenalkan tiga menu Indonesia yakni bakwan, rendang tempe, dan cendol ke mahasiswa dari belahan negara lainnya yang sama-sama tengah melanjutkan pendidikan di Universitas Wageningen. Menu-menu yang dipilih pun disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung yang hadir. Rendang tempe salah satunya, menu andalan dari Padang ini diolah dengan baik oleh Grace Sibarani dan kawan-kawan lainnya dengan berbahan dasar tempe dan jamur. Hal ini dilakukan mengingat masyakarat di Eropa sebagian besar merupakan vegetarian.

Acara Indonesian Kitchen Dinner dibuka oleh Eva Meijer selaku president of IxESN Wageningen. Andhini, salah satu tim, juga menjelaskan dengan singkat ke pengunjung yang hadir mengenai menu-menu yang dihidangkan, lengkap dengan bahan, asal dan cara pembuatannya. Beberapa pengunjung terlihat antusias menyantap hidangan yang tersedia, mulai dari bakwan beserta sambalnya, rendang tempe, hingga ditutup dengan segelas cendol. Toshi, mahasiswa asal Jepang pun terlihat tanpa ragu menuju dapur dan menghampiri tim Indonesia Kitchen Dinner untuk menambah ke porsi kedua. Dia menuturkan bahwa rendang yang dihidangkan begitu enak dan dia sangat menyukainya.

Cendol

Bakwan

Presentasi oleh Andin

Selain itu, Matika, mahasiswi asal Belanda ini mengatakan bahwa meskipun rasa dari menu yang disajikan sedikit berbeda dengan cita rasa Belanda, namun ia sangat menyukainya. Dia juga memaparkan dengan antusias keinginannya untuk mengunjungi Indonesia suatu hari nanti, menyaksikan dengan sendiri bagaimana masakan tradisional Indonesia diolah secara langsung.  Hal lain disampaikan oleh Lucas, mahasiswa asal Brazil ini teryata awalnya tidak menyangka bahwa menu yang disajikan begitu nikmat. Khususnya menu cendol, ia pun menjelaskan bahwa menu penutup ini mengingatkan ia akan nuansa tropis seperti di negara asalnya. Ia menambahkan jika takaran rasa manis yang dari cendol begitu cocok untuk dirinya. Tak lupa Lucas mengatakan ucapan terima kasih dengan Bahasa Indonesia yang fasih kepada teman-teman tim Indonesian Kitchen Dinner.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*